Tersesat saat Gunung Ile Ape Erupsi, 4 Anak dan 1 Pemuda Ditemukan Selamat di Desa Lamalela

Tim iNews.id · Senin, 30 November 2020 - 19:04:00 WIB
Tersesat saat Gunung Ile Ape Erupsi, 4 Anak dan 1 Pemuda Ditemukan Selamat di Desa Lamalela
Tim memberikan minuman kepada empat anak dan satu pemuda yang sempat tersesat setelah lari menyelamatkan diri saat erupsi Gunung Ile Ape atau Ile Lewotolok erupsi pada Minggu (29/11/2020) pagi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Empat anak dan satu pemuda, warga Desa Waienga, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tersesat saat lari menyelamatkan diri Gunung Ile Ape atau Ile Lewotolok erupsi pada Minggu (29/11/2020) pagi. Namun, kelimanya telah ditemukan dan seluruhnya selamat.

Adapun identitas keempat anak warga Desa Waienga tersebut, yakni Sisilia Date kelas 2 SD, usia 8 tahun; Matias Bala kelas 2 SD, umur 8 tahun; Bernadus Boli kelas 2 SD, usia 8 tahun; Pius Kosmas Aprilnaldi, kelas 4 SD, usia 11 tahun.

Sementara pemuda yang turut bersama mereka bernama Philipus Basa, orang berkebutuhan khusus, berusia 24 tahun. Kelimanya lari ketakutan dari Desa Waiengan saat erupsi Gunung Ile Ape.

Kabid Humas Polda NTT AKBP Johanes Bangun menjelaskan, mereka dijemput oleh tim gabungan dari anggota Polri, TNI AD, Basarnas Maumere, Kecamatan Lebatukan, tenaga medis dari Puskesmas Hadakewa, dan beberapa masyarakat Desa Waiengan yang dipimpin langsung Camat Lebatukan Petrus Here Key. Penjemputan kelimanya juga didampingi oleh Kapospol Lebatukan Aipda Ronny Marten Maak dan Anggota DPRD Lembata Frit Tukan.

"Tim gabungan langsung menuju ke lokasi perkebunan Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata untuk menjemput kelima warga Desa Waienga. Tim tiba pada pukul 16.00 Wita di TKP," katanya.

Selanjutnya tim melakukan pertolongan. Tenaga medis langsung menangani empat anak dan seorang pemuda yang sudah diamankan oleh beberapa warga Desa Lamalela yang menemukannya.

Menurut keterangan salah satu warga Desa Lamalela, Yohanes Sogan, kronologi awal penemuan empat anak dan satu pemuda tersebut berawal saat Minggu sekitar pukul 20.00 Wita. Kepala Desa Waienga berkomunikasi dengan penjabat kepala Desa Lamalela via telepon yang meminta mengerahkan warga mencari lima orang yang hilang dan diduga tersesat saat erupsi Gunung Ile Ape.

"Dia mengatakan, tolong mengerahkan warga masyarakat Desa Lamalela untuk membatu melakukan pencarian terhadap kelima anak Desa Waienga yang lari ketakutan akibat erupsi Ile Lewotolok. Kelima anak itu diperkirakan lari menuju ke arah pegunungan sekitar Desa Lamalela," katanya.

Atas informasi dari kepala Desa Waienga tersebut, kepala Desa Lamalela langsung menyampaikan pengumuman menggunakan alat pengeras suara kepada masyarakat Desa Lamalela. Dia meminta warga agar membantu melakukan pencarian terhadap kelima warga tersebut.

"Beberapa warga masyarakat dibantu Linmas melakukan pencarian pada Minggu tanggal 29 November 2020. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil," katanya.

Pencarian dilanjutkan pada Senin (30/11/2020), pukul 08.00 Wita. Yohanes Sogan bersama lima warga lainnya melakukan pencarian kembali terhadap kelima orang yang hilang tersebut. Akhirnya mereka menemukan kelimanya di Kesapu, Desa Lerahinga. Jarak lokasi tersebut sekitar 5 km dari permukiman warga Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: