Polisi: Siswa SMK Tusuk Guru hingga Tewas di Manado karena Kesal Dihukum

Jefry Langi ยท Selasa, 22 Oktober 2019 - 16:00 WIB
Polisi: Siswa SMK Tusuk Guru hingga Tewas di Manado karena Kesal Dihukum
FF, siswa SMK Ichtus yang menusuk gurunya hingga tewas saat diperiksa di Mapolresta Manado, Sulut. (Foto: iNews.id/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id - Aksi brutal yang dilakukan FF, siswa SMK Ichthus di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara yang menusuk gurunya belasan kali hingga tewas kini sudah ditahan di Mapolresta Manado.

Pelaku terancam penjara seumur hidup akibat perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa orang lain.

BACA JUGA: Tak Terima Ditegur Merokok, Siswa SMK di Manado Tusuk Guru 9 Kali hingga Kritis

Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel mengatakan, aksi nekat pelaku itu diduga karena kesal dengan korban Alexander Pangkey yang merupakan gurunya memberikan hukuman lantaran terlambat datang ke sekolah.

“Pelaku FF ini sebelumnya mendapat hukuman karena datang terlambat ke sekolah. Begitu selesai (dihukum) pelaku dan temannya merokok di dalam sekolah,” katanya, Selasa (22/10/2019).

Menurut Kombes Benny, korban Alexander Pangkey yang melihat pelaku merokok kemudian datang menegur, namun pelaku tidak terima. “Pelaku kembali ke rumah dan mengambil pisau. Pelaku ini kembali ke sekolah dan langsung menikam korban,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, kata dia, FF yang sudah ditetapkan tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Peristiwa penikaman guru oleh siswa ini terjadi Senin (21/10/2019) siang. Korban yang mendapat 14 luka tusukan sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus penganiayaan ini bermula saat korban Alexander Pangkey, mendapati pelaku berinisial FF (16), sedang merokok.

BACA JUGA: Guru yang Ditikam Siswa SMK 14 Tusukan di Manado Akhirnya Meninggal setelah Dirawat 10 Jam

Korban lantas menegurnya. Namun, ternyata teguran tersebut direspons negatif oleh pelaku. Dia pulang ke rumah dan mengambil senjata tajam, kemudian kembali lagi ke sekolah.

Saat sang guru akan meninggalkan sekolah dengan kendaraan bermotor, pelaku mengejarnya dan langsung menghujani korban dengan senjata tajam di sekujur tubuh.


Editor : Kastolani Marzuki