Masih Syok, Istri Guru yang Tewas Ditusuk Siswa di Manado Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Jefry Langi ยท Selasa, 22 Oktober 2019 - 18:30 WIB
Masih Syok, Istri Guru yang Tewas Ditusuk Siswa di Manado Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Silvia Walalangi, istri guru SMK Ichtus Kota Manado yang tewas ditusuk siswanya minta pelaku dihukum setimpal. (Foto: iNews.id/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Kematian Alexander Pangkey (54) guru SMK Ichtus, Kota Manado akibat ditusuk siswanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Hingga kini, istri almarhum, Silvia Walalangi mengaku masih syok dengan peristiwa yang menimpa suaminya, apalagi penyebabnya karena ditikam oleh siswanya sendiri.

Silvia berharap agar siswa berinisial FF (16) yang menikam suaminya hingga tewas dihukum setimpal. Sebab, perbuatan siswa yang menusuk suaminya sebanyak 14 kali hingga luka parah sangat sadis.

“Suami saya mati bukan karena sakit, tapi karena penganiayaan dengan senjata tajam hingga 14 tusukan. Kami berharap mendapat keadilan, proses hukum berjalan dengan bagus, adil, dan transparan. Pelaku mesti dihukum setimpal karena telah menghilangkan nyawa suami saya,” kata Silvia, Selasa (22/10/2019).

BACA JUGA: Siswa SMK yang Tusuk Guru hingga Tewas di Manado Terancam Hukuman Seumur Hidup

Alexander Pangkey diketahui mengembuskan napas terakhirnya setelah dirawat selama 10 jam di Rumah Sakit Profesor Kandow Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Korban mengalami pendarahan hebat karena banyak luka tusukan di sekujur tubuh.

Detik-detik saat korban Alexander Pangkey (54), ditikam siswa berinisial FF (16), di halaman sekolah SMK Ichthus di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (21/10/2019), sempat terekam oleh video amatir.

Dalam video yang beredar di aplikasi WhatsApp, terlihat pelaku bertubi-tubi menusukkan pisau dapur ke tubuh korban hingga tersungkur. Sambil menikam korban, pelaku berteriak-teriak histeris melampiaskan kemarahannya.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel mengatakan, FF sudah ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Tersangka kita sangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan. Ancaman hukumannya seumur hidup atau 20 tahun penjara,” katanya, Selasa (22/10/2019).

BACA JUGA: Guru yang Ditikam Siswa SMK 14 Tusukan di Manado Akhirnya Meninggal setelah Dirawat 10 Jam

Kapolresta mengaku sudah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa enam orang saksi. Polisi juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk mendampingi tersangka.

Benny Bawensel mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan pelaku dan saksi-saksi, sebelum melakukan aksi nekatnya tersangka dan temannya mendapat hukuman karena datang terlambat ke sekolah, Senin (21/10/2019). Begitu selesai menjalani hukuman, pelaku dan temannya lalu merokok di dalam sekolah.

Korban yang melihat pelaku merokok, datang menegur. Namun, pelaku tidak terima ditegur oleh guru. Pelaku lalu pulang ke rumah, mengambil pisau, dan kembali ke sekolah. Begitu bertemu korban, pelaku langsung menikamnya berkali-kali.

“Tersangka melihat korban di atas sepeda motor dan menusukkan pisau beberapa kali. Korban berusaha berlari ke halaman sekolah saat ditusuk untuk menghindar, namun tersangka tetap menusuknya beberapa kali hingga korban luka-luka,” kata Benny Bawensel.


Editor : Kastolani Marzuki