Siswa SMK yang Tikam Guru Berkali-kali hingga Tewas di Manado Dikenal Sering Melawan Guru

Jefry Langi ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:22 WIB
Siswa SMK yang Tikam Guru Berkali-kali hingga Tewas di Manado Dikenal Sering Melawan Guru
Penjaga sekolah SMK Ichtus Manado, Teguh, menjelaskan detik-detik sebelum siswa FL menikam gurunya Alexander Pangkey hingga tewas, Rabu (23/10/2019). (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Siswa SMK Ichtus Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berinisial FL (16), yang menikam guru Alexander Pangkey (54), dikenal sering melawan guru di sekolah. Begitu pula saat ditegur korban karena kedapatan merokok, Senin (21/10/2019), FL sempat berteriak mengancam korban.

Hal ini disampaikan penjaga sekolah SMK Ichtus Kota Manado, Teguh. Dia melerai saat korban Alexander Pangkey adu mulut dengan FL. Namun, FL tidak mengindahkan. Bahkan saat meninggalkan sekolah, FL berteriak-teriak kepada korban dengan nada mengancam.

“Pak Alexander Pangkey kan keluar dari sekolah, lalu melihat ada murid yang merokok. Wajarlah dia menegur, tapi yang ditegur itu tidak terima atas teguran Pak Alex. Malah mengancam, lalu sempat adu mulut,” kata Teguh, Rabu (23/10/2019).

Teguh juga menegur pelaku dan memintanya pulang. Sebab, selain merokok, pelaku juga diduga baru minum minuman keras.

“Saya pisahkan agar tidak terjadi keributan. Anak tersebut lalu saya nasehati begini, kalau kamu merokok, apalagi kamu mulutnya bau alkohol, mendingan kamu pulang aja. Dia bilang, oh iya bang, maaf, trus dia pulang,” katanya.

Namun, dia tidak menyangka pelaku akan kembali lagi ke sekolah sambil membawa senjata tajam. Pelaku lalu berteriak-teriak mengancam korban. Teguh kembali mengingatkan pelaku, lalu pergi ke warung yang berjarak sekitar 150 meter dari sekolah. Ternyata saat itu pelaku menusuk gurunya membabi buta.

“Saya pikir setelah kejadian itu nggak berkelanjutan, saya ke warung, kira-kira jaraknya 150 meter. Tiba-tiba ada pendeta di warung yang berteriak, Teguh tolong, di sekolah ada keributan. Langsung saya ambil motor, tapi udah kejadian, Pak Alex sudah bersimbah darah udah tertelungkup di samping motornya. Pak Alex lalu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Ichtus Manado, Katarina Lapagu juga mengatakan, selama ini dia dan para guru sudah berkali-kali menegaskan kepada para murid agar tidak merokok di sekolah dan minum minuman keras. Namun, pelaku masih saja tidak mengindahkan sehingga wajar guru menegurnya.

“Dia duduk di depan situ waktu istirahat, lalu merokok. Saya tidak tahu kenapa dia merokok. Sementara kepala sekolah dan guru-guru selalu menekankan tidak boleh merokok,” kata Katarina Lapagu.

Korban yang ditusuk siswa FL berkali-kali luka parah dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Profesor Kandow Manado. Namun, setelah dirawat intensif 10 jam, korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami pendarahan hebat. Korban selanjutnya diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat ini, pelaku FL sudah ditahan di Mapolresta Manado. Polisi juga masih memeriksa saksi-saksi terkait peristiwa penusukan yang terjadi pada Senin (22/10/2019).

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, atas perbuatannya, FL sudah ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Tersangka kami sangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan. Ancaman hukumannya seumur hidup atau 20 tahun penjara,” katanya, Selasa (22/10/2019).


Editor : Maria Christina