Pesan Terakhir Pelda Anumerta Rama Wahyudi, Ingin Berkurban saat Lebaran Haji

Indra Yosserizal ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 19:33 WIB
Pesan Terakhir Pelda Anumerta Rama Wahyudi, Ingin Berkurban saat Lebaran Haji
Prosesi pemakaman jenazah prajurit TNI AD, Pelda Anumerta Rama Wahyudi yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Kongo dimakamkan di TMP Kusuma Dharma Pekanbaru, Riau, Jumat (3/7/2020). (Foto: iNews Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.id - Jenazah prajurit TNI AD, Pelda Anumerta Rama Wahyudi yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Kongo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru, Riau, Jumat (3/7/2020). Suasana duka dan haru mewarnai pemakaman almarhum.

Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi sebelumnya tiba dengan pesawat TNI A-1314 di Pangkalan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jumat pagi, pukul 10.10 WIB. Jenazah almarhum langsung dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer, dipimpin inspektur upacara, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah.

Tangis keluarga tak terbendung saat almarhum dimasukkan ke liang lahat. Pelda Anumerta Rama Wahyudi meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak. Di mata keluarga dan kerabat, almarhum dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, penyayang, dan disiplin dalam tugas.

Menurut keluarga, almarhum sebelumnya menyampaikan kepada keluarga, dirinya berniat untuk berkurban di Hari Raya Lebaran Haji tahun ini. Keluarga pun tidak menyangka Rama Wahyudi tidak sempat mewujudkan keinginannnya itu.

“Almarhum sebelumnya memang mengatakan ingin berkurban pada Hari Raya Haji. Namun, nasib, kenyataan berkata lain. Ini sudah menjadi risikonya sebagai pasukan perdamaian PBB. Insya Allah keluarga mewujudkan keinginanan almarhum,” kata paman almarhum, Jhonatan.

Dia mengatakan, selain pesan itu, tidak ada hal khusus lain yang disampaikan almarhum pada keluarganya. Almarhum seperti biasa rutin berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya lewat video call.

Meski sangat kehilangan, keluarga ikhlas dengan kepergian almarhum. Keluarga besar juga bangga pada Pelda Anumerta Rama Wahyudi yang gugur dalam tugas mulia. Diketahui, Rahma Wahyudi gugur pada Senin 22 Juni 2020 lalu, saat menjalankan tugas di Kongo, Afrika.

“Almarhum terpilih sebagai prajurit perdamaian, suatu kehormatan bagi kami keluarga karena susah untuk ke sana,” ujar Jhonatan.

Sementara Pangdam I BB Mayjen TNI Irwansyah mengatakan, Pelda Anumerta Rahma Wahyudi mendapat penghargaan dari TNI dan negara karena almarhum gugur dalam menjalankan tugas perdamaian di Kongo, Afrika. Rahma Wahyudi gugur setelah diserang pembenrontak dari pasukan Aliansi Demokratik atau ADF.

"Ini amalan dari rasa hormat kami yang setinggi-tingginya karena almarhum sudah mendarmabaktikan harta yang paling berharga dalam hidupnya, nyawa pun dia korbankan. TNI, bangsa dan negara dan ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya dengan pemakaman yang dihadiri semua prajurit di Riau ini, juga dihadiri gubernur dan kapolda,” kata Mayjen TNI Irwansyah.

Prajurit TNI AD ini juga sebelumnya telah mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Sersan Mayor (Serma) menjadi Pembantu Letnan Dua (Pelda).


Editor : Maria Christina