Asyik Selfie, Pelajar SMA Hilang Terseret Ombak di Pantai Mekaki Lombok Barat

Muzakir ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 16:20 WIB
Asyik Selfie, Pelajar SMA Hilang Terseret Ombak di Pantai Mekaki Lombok Barat
Tim Basarnas Mataram membantu pencarian siswa yang hilang diseret o ombak di Pantai Mekaki, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (3/7/2020). (Foto: iNews/Muzakir)

GERUNG, iNews.id – Seorang pelajar SMA hilang diseret ombak saat asyik berfoto selfie di Pantai Mekaki, Sekotong, Kabpaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah tiga hari pencarian, korban belum juga ditemukan hingga Jumat (3/7/2020).

Korban diketahui bernama Ridwan Hafiz (17), warga Desa Kendaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Tim SAR masih terus melakukan pencarian korban.

Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit mengatakan, kejadian bermula saat korban bersama tiga temannya, yaitu Zaenudin, Suci dan Anti bertemu sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka berencana ke rumah keluarga korban di Salat Mekaki.

Sebelum tiba di tujuan, korban bersama tiga temannya mampir di Pantai Mekaki. Di lokasi tersebut, korban berswafoto sendirian di tebing pantai. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menyeret korban ke tengah hingga menenggelamkan remaja tersebut.

Korban sempat berteriak minta tolong. Namun, ketiga temannya tidak sanggup memberikan pertolongan karena kondisi ombak laut cukup besar. Dalam sekejap, korban akhirnya menghilang.

Sesaat setelah menerima laporan dari warga mengenai remaja yang hilang terseret ombak, Kantor SAR Mataram langsung menerjunkan personel menuju lokasi kejadian. Tim melakukan pencarian korban dengan mambawa peralatan SAR air.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Mataram, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat serta nelayan setempat, melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Kondisi cuaca yang buruk membuat korban sulit ditemukan. Ditambah lagi kondisi ombak yang tinggi membuat tim SAR tidak berani mendekati perbukitan.

“Kami memperluas area pencarian, namun kami tidak menurunkan tim penyelam karena kondisi perairannya dangkal dan berbatu. Sangat berbahaya jika kita menurunkan penyelam,” kata Nanang Sigit, Jumat (3/7/2020).

Nanang mengatakan, hingga saat ini, tim tengah kembali melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian masih akan dilanjutkan hingga malam nanti.


Editor : Maria Christina