500 Kg Ikan Keramba Jaring Apung di Mukomuko Mati Mendadak, Diduga Terpapar Limbah

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 15:41 WIB
500 Kg Ikan Keramba Jaring Apung di Mukomuko Mati Mendadak, Diduga Terpapar Limbah
Nelayan memberi makan ikan di keramba. (Foto: Antara)

MUKOMUKO, iNews.id - Sekitar 500 kilogram (kg) ikan keramba jaring apung milik petani di muara Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mati mendadak. Kematian ikan itu sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Kabid Budi Daya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko Azbas Novyan mengatakan, sekitar 500 kg ikan nila tersebut sudah siap panen. Dari ikan nila yang mati, hanya sebagian yang bisa dijual petani kepada masyarakat.

"Selebihnya tidak bisa dikonsumsi karena sudah busuk," ujar Azbas Novyan di Mukomuko, Jumat (3/7/2020).

Azbas mengatakan, akibat kejadian tersebut, kalangan petani ikan di muara Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Hingga kini, penyebab ratusan kg ikan nila mati mendadak belum diketahui. Namun, diduga penyebabnya pencemaran lingkungan arena terjadi perubahan kualitas air di muara tersebut berminyak.

“Kami tidak tahu dari masa asal limbah sehingga membuat air di muara ini menjadi berminyak. Ini diduga menjadi salah satu penyebab ikan nila dalam keramba jaring apung mati,” ujarnya.

Kalangan petani ikan keramba jaring apung di muara daerah ini berencana mengalihkan komoditas ikan dari budidaya ikan nila ke ikan patin. Sebab, patin dinilai lebih tahan di muara sungai tersebut. Sementara ikan nila sangat mudah mati saat terjadi perubahan kualitas air di muara daerah itu.

Para petani ikan keramba jaring apung di muara Kelurahan Bandar Ratu ini sebelumnya juga pernah membudidayakan ikan patin di muara tersebut. Hasilnya, ikan ini lebih bertahan dibandingkan ikan nila. Tingkat kematian ikan patin juga masih normal, berkisar 20 persen.


Editor : Maria Christina