Calon Pengantin Gagal Menikah Pekan Depan setelah Ditangkap karena Kasus Sabu 3,3 Kg

Harikasidi ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 18:22 WIB
Calon Pengantin Gagal Menikah Pekan Depan setelah Ditangkap karena Kasus Sabu 3,3 Kg
Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal menunjukkan barang bukti 3,3 kg sabu yang diamankan dari tersangka SB di Mataram, NTB, Jumat (3/7/2020). (Foto: iNews/Harikasidi)

MATARAM, iNews.id – Rencana seorang warga Kota Mataram, NTB, berinisial SB, untuk menikah pekan depan, gagal gara-gara calon pengantin ini terlibat jaringan narkoba antarprovinsi. SB ditangkap tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Indonesia Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Polda NTB, dan Polresta Mataram, pada Rabu (1/7/2020).

SB diciduk aparat gabungan di kawasan Punia, Mataram. Dari tangan SB yang telah ditetapkan tersangka, tim gabungan mengamankan 3,3 kg lebih sabu. SB diketahui sebagai pemilik barang haram tersebut.

“Tersangka mengaku berencana mau menikah pekan depan, tinggal seminggu lagi. Tapi, rencananya gagal karena sudah lebih dulu ditangkap,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson di Mataram, Jumat (3/7/2020).

Sebelum penangkapan tersangka SB, tim gabungan lebih dulu menangkap calon istrinya berinisial SU asal Kota Batam, Kepulauan Riau, di Karang Sukun, Mataram, Senin (29/6/2020). Kemudian, dua orang lainnya yang masih merupakan kerabat dekat SB, yakni DD dan ZU. Status ketiganya masih jadi saksi dan perannya masih didalami.

Selain mengamankan barang bukti sabu seberat 3,3 kg lebih, tim juga mengamankan peralatan dan perabotan rumah yang diduga dibeli dari hasil penjualan sabu.

Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal sebelumnya mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat kerja keras tim BNNP NTB, Polda NTB, dan Polresta Kota Mataram yang melakukan pengintaian dalam kurun waktu cukup lama terhadap tersangka.

Setelah pengungkapan jaringan narkoba antarprovinsi dengan barang bukti 3,3 kg itu, tim gabungan masih terus mengembangkan kasus tersebut. Dia menduga kasus ini terlibat dengan kasus yang lebih besar lagi.

“Tim gabungan sedang bekerja untuk melakukan pengembangan kasus ini. Kkami akan mengungkap yang lebih besar lagi. Tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke semua yang terkait ,” kata Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal.

Sementara Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan tangkapan terbesar dalam sejarah di NTB. Pengungkapan kasus ini menjadi hadiah di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara. “Ini tentunya karena kerja sama tim yang baik sehingga kasus ini bisa terungkap,” katanya.

Atas perbuatannya, SR yang telah ditetapkan sebagai tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Editor : Maria Christina