Pemuda di Riau Babak Belur karena Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Densus, Ini Kata Mabes Polri

Puteranegara Batubara, Banda Haruddin Tanjung ยท Selasa, 15 Juni 2021 - 19:44:00 WIB
Pemuda di Riau Babak Belur karena Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Densus, Ini Kata Mabes Polri
Hen, warga Pekanbaru yang diduga korban salah tangkap Densus 88 dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. (Foto: MPI/Banda Haruddin Tanjung)

PEKANBARU, iNews.id - Seorang warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berinisial Hen, babak belur setelah ditangkap sejumlah orang yang diduga oknum tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Pemuda 30 tahun itu belakangan dilepaskan karena salah tangkap dan bukan terduga teroris.

Ayah Hen, Ibrahim mengatakan, akibat salah tangkap itu, anaknya dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Penangkapan Hen dilakukan di dekat rumahnya, Jalan Muslim Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Senin (14/6/2021). Saat itu Hen baru saja pulang mengantarkan adiknya ke sekolah. 

Dalam perjalanan, dia dicegat sejumlah orang yang diduga dari tim Densus 88. Aksi ini mendapat perhatian warga. Warga yang melihat itu langsung melaporkan kejadian itu kepadanya. 

Saat itu, Hen dimasukkan ke mobil karena disebut sebagai terduga teroris. Ibrahim pun sibuk mencari anaknya dan mencari tahu apa yang terjadi. Namun tidak lama kemudian, petugas menghubungi Ibrahim dan menyebutkan ada kesalahan penangkapan. Ibrahim pun lega anaknya tidak terlibat kelompok jaringan teroris, namun dia tetap risau. Dia berharap ada keadilan bagi anak dan keluarganya.

"Katanya mereka nyari teroris. Rupanya salah tangkap. Ya salah tangkap. Tapi katanya mereka mau tanggung jawab," kata Ibrahim kepada MPI, Selasa (15/6/2021).

Menanggapi hal itu, Polri membantah ada salah tangkap dalam proses operasi penindakan 13 terduga teroris di Riau. 

"Tidak ada (salah tangkap)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021).

Menurut Rusdi, pihak Densus 88 Antiteror Polri telah mendapatkan bukti-bukti pendukung yang kuat dalam proses penangkapan 13 orang tersebut.

"Dipastikan 13 orang yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukan penangkapan. Proses masih berjalan," ujar Rusdi.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2