2 Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari Tewas dalam Demonstrasi Ricuh

Antara, Rahmat Buhari ยท Jumat, 27 September 2019 - 11:33 WIB
2 Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari Tewas dalam Demonstrasi Ricuh
Demonstrasi mahasiswa di halaman Gedung DPRD Sultra berakhir ricuh, Kamis (26/9/2019). (Foto: iNews/Rahmat Buhari)

KENDARI, iNews.id – Korban tewas akibat demonstrasi ricuh di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (27/9/2019), bertambah menjadi dua orang. Keduanya berstatus mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO), Kendari, yakni, Immawan Muhammad Randi (21), dan Muh Yusuf Kardawi (19).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas dr Sjarif Subijakto mengatakan, korban Muh Yusuf Kardawi sempat menjalani perawatan intensif pascadioperasi di RSU Bahteramas Kendari, Sultra.

“Pasien meninggal dunia pada Jumat (27/9) sekitar pukul 04.00 Wita. Tim dokter yang menangani korban Yusuf sudah berbuat maksimal,” ujar Sjarif di Kendari, Jumat (27/9/2019).

Yusuf tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik D-3 UHO Kendari. Sementara Randi (21), yang meninggal dunia pada Kamis (26/9/2019), berstatus mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Korban Yusuf merupakan pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo. Korban harus menerima tindakan operasi karena cedera serius saat demonstrasi yang berlangsung rusuh di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9/2019).

Gubernur Sultra Ali Mazi dan Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, yang didampingi jajaran Forkopimda sebelumnya telah menjenguk korban Yusuf Kardawi di ruang perawatan RSU Bahtermas, Kamis malam (26/9/2019).

Terkait kematian Yusuf, Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi yang dikorfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan. “Silakan konfirmasi ke Polda Sultra,” kata Kapolres Jemi.


Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart juga belum bisa dikonfirmasi terkait kematian Yusuf. Namun, mengenai kematian Randi, dia sebelumnya mengatakan Polda Sultra masih menyelidiki penyebab Randi tewas dalam aksi demonstrasi ricuh di Gedung DPRD Sultra.

“Benar, ada seorang pengunjuk rasa bernama Randi meninggal dunia namun sebab kematian masih dalam proses autopsi,” kata Harry Goldenhart di Kendari, Kamis (26/9/2019).

Dia mengatakan, personel yang ditugaskan mengamankan aksi unjuk rasa tidak dibekali peluru tajam dan peluru karet. “Sebelum bertugas personel diperiksa. Sesuai SOP hanya melengkapi diri dengan tameng, tongkat dan peluru gas air mata,” katanya.


Editor : Maria Christina