Suasana sidang pelanggaran kode etik melibatkan terduga Briptu D atas dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp4, 4 Miliar di Polda Sulteng, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (8/11/2022). (ANTARA/HMS Polda Sulteng)
Antara

PALU, iNews.id - Polda Sulawesi Tengah menuntut Briptu D dengan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH). Dia menjadi tersangka atas dugaan perkara penerimaan gratifikasi dari 18 calon siswa (casis) Bintara Polda Sulteng gelombang kedua 2022.

Tuntutan PTDH ini disampaikan penuntut dalam sidang kode etik yang dipimpin langsung Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulteng Kombes Pol Ian Rizkian Milyardin.

Kepala Subdirektorat Penerangan Masyarakat Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari mengatakan, Briptu D dianggap melanggar dua unsur yang terkandung dalam Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Profesi Polri.

Adapun masing-masing unsur Perpol itu yakni pasal 5 ayat (1) huruf b menyebutkan setiap pejabat Polri dalam kelembagaan wajib menjaga dan meningkatkan citra, soliditas, kredibilitas, reputasi dan kehormatan Polri. Sementara pada pasal 10 ayat (4) huruf f setiap pejabat Polri dalam kelembagaan dilarang menerima imbalan dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri maupun pendidikan pengembangan.

"Penuntut menyimpulkan perilaku oknum polisi Briptu D sebagai perbuatan tercela sehingga sanksi bersifat administrasi yang pantas adalah pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota Polri," kata Sugeng.

Selanjutnya atas tuntutan tersebut, terduga pelanggar meminta waktu dua hari kepada Majelis Hakim untuk menyusun peleidoi.

"Permintaan itu dikabulkan tinggal menunggu hasil pledoinya dan nanti akan kembali disampaikan keterangan selanjutnya," ucapnya.

Sebelumnya Polda Sulteng menyampaikan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik berjumlah 36 orang, terdiri atas orang tua dan casis yang sudah didiskualifikasi. Sementara terhadap oknum polisi Briptu D yang telah ditahan dengan status terperiksa, penyidik telah menyita barang bukti berupa dua unit mobil dan uang senilai Rp4,4 miliar.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT