Polda Jambi menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan Batanghari tersangka kasus korupsi pembangunan puskesmas. (Foto: Nanang Fahrurozi)
Nanang Fahrurrozi

JAMBI, iNews.id - Polda Jambi menahan lima tersangka kasus korupsi pembangunan puskesmas di Kabupaten Batanghari. Satu tersangka adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan inisial EY.

Selain EY, empat tersangka yang ditahan adalah AT, MF, DH dan AG yang merupakan pelaksana kegiatan.

Kelimanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Jambi.

Terkait penahanan ini, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Ade Dirman mengatakan penyidik telah melengkapi berkas yang diminta kejaksaan dan akan melakukan pelimpahan tahap II.

"Kami melengkapi berkas. Dalam minggu ini akan berlanjut ke tahap II," ujarnya, Jumat (25/11/2022).

Ade mengatakan para tersangka ditahan di Mapolda Jambi terhitung sejak Kamis (24/11/2022).

Diketahui pembangunan puskesmas tersebut menggunakan dana alokasi anggaran tahun 2020 senilai Rp7,2 miliar.

Pengerjaan dilakukan oleh PT Mulua Permai Laksono. Namun, pada Desember 2020, pembangunan hanya mencapai 88 persen.

"Atas perintah Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dana tersebut dicairkan 100 persen. Lalu timbul kerugian negara senilai Rp 6,3 miliar," katanya.

Berdasarkan keterangan ahli konstruksi dari ITB, bangunan puskesmas itu tidak memenuhi kelayakan.

"Ya, pembangunan tidak memenuhi kelayakan," kata Direskrimsus Polda Jambi Kombes Christian Tory.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT