Sempat Hilang Kontak, Kapal Tugboat Sumber Marine 5 Ditemukan di Perairan Tanjung Pinang

Antara ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 10:31 WIB
Sempat Hilang Kontak, Kapal Tugboat Sumber Marine 5 Ditemukan di Perairan Tanjung Pinang
Tim SAR Pangkalpinang berhasil menemukan Kapal Sumber Marine 5 di perairan Tanjung Pinang. (Foto: Antara)

SUNGAILIAT, iNews.id - Kapal tugboat bernama Sumber Marine 5 yang sempat hilang kontak pada Senin (15/6/2020). akhirnya ditemukan di perairan Tanjung Pinang, sebelah utara Bangka. Tim SAR Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menemukan kapal penarik itu setelah sekitar 12 jam melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang Fazzli mengatakan, saat ditemukan, seluruh awak Kapal Sumber Marine 5 dan awak Kapal Sumber Kapuas 232 milik PT Lintas Seram Mandiri, dalam kondisi selamat.

"Terdapat 10 awak tugboat dan tiga awak Kapal Sumber Kapuas 232. Seluruhnya dinyatakan dalam kondisi selamat," katanya, Selasa (16/6/2020).

Hasil pemeriksaan dan keterangan nakhoda, Kapal Sumber Marine 5 yang menarik kapal tongkang Sumber Kapuas 232 tujuan Batam-Butong Banjarmasin, mengalami kerusakan di perangkat emergency position indicating radio beacon (EPIRB).

"Kerusakan pada perangkat elektronik tersebut mengakibatkan pancaran signal bahaya yang kami terima dalam rentang waktu cukup lama pada hari Senin (15/6/2020) mulai pukul 02.58 sampai 10.06 WIB," katanya.

Fazzli mengatakan, pencarian tugboat yang mengalami kendala perangkat elektronik itu merupakan bagian dari pelayanan. Selama ini memang sejumlah pemilik kapal belum melaporkan EPIRB ke Basarnas.

"Bagi pemilik atau pengelola pelayaran yang belum melakukan registrasi, kami minta untuk segera registrasi secara daring dan gratis," ujarnya.

Dia mengatakan, perangkat teknologi ini sangat penting bagi jasa armada pelayaran. Sebab, alat ini secara otomatis mampu memancarkan sinyal 406 MHz yang diterima satelit sebelum diinformasikan kembali ke SAR terdekat.

"EPIRB tidak boleh dipindahkan dari kapal ke kapal lain tanpa pemberitahuan kepada otoritas pendaftaran, misalnya Kementerian Perhubungan atau Basarnas," kata Fazzli.


Editor : Maria Christina