Puluhan Prajurit TNI Evakuasi Bangkai Pesawat Tempur yang Jatuh di Kampar Riau

Indra Yosserizal, Antara ยท Senin, 15 Juni 2020 - 14:27:00 WIB
Puluhan Prajurit TNI Evakuasi Bangkai Pesawat Tempur yang Jatuh di Kampar Riau
Pesawat TNI AU yang jatuh di Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru, Senin pagi (15/6/2020). (Foto: Antara/HO-netizen)

PEKANBARU, iNews.id - Puluhan prajurit TNI dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin mengevakuasi bangkai pesawat tempur Hawk dengan nomor ekor 209 TT yang jatuh di permukiman warga Perumahan Mutiara, Desa Pandau, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (15/6/2020). Para personel TNI juga berjaga di kawasan padat penduduk ini.

Dari pantauan, terlihat satu unit truk crane dan satu unit mobil bak terbuka dari Satuan Paskhas TNI AU berada di lokasi badan pesawat yang hancur setelah menimpa rumah warga itu. Rencananya bangkai pesawat akan dibawa ke Lanud Roesmin Nurjadin.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait Insiden jatuhnya pesawat tempur di Lanud Roesmin Nurjadin siang ini.

Namun, Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto Fajar sebelumnya mengatakan, pesawat tempur yang jatuh jenis BAe Hawk 109 dengan nomor registrasi TT-0209. Pesawat ini dipiloti Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru.

Lettu Pnb Apriyanto Ismail selamat dari kecelakaan tersebut setelah melontarkan diri dari pesawat. Saat ini, Apiyanto sudah berada di RSAU dr Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru.

"Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat dan selamat. Saat ini berada di RSAU dr Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Marsma TNI Fajar Adriyanto dalam siaran pers yang diterima, Senin (15/6/2020).

Kadispenau mengatakan, pesawat tempur tersebut mengalami kecelakaan pukul 08.13 WIB tadi. Lokasi kejadian di 5 km dari runway 36 Lanud Rsn Pekanbaru. Hingga kini, penyebab kecelakaan dan informasi lainnya masih dalam proses investigasi oleh tim TNI AU.

Insiden pesawat tempur yang jatuh di permukiman warga itu mengakibatkan sedikitnya tiga unit rumah rusak dan satu di antaranya rusak parah. Satu rumah yang mengalami kerusakan parah itu akibat dihantam langsung badan pesawat.

Hendri, salah seorang warga mengatakan, kebetulan rumah itu telah lama ditinggal pemiliknya. "Sudah enam bulan lebih rumah itu kosong. Pemiliknya pegawai BUMN yang tugas di luar kota Pekanbaru. Rumah itu baru direhab, tapi sekarang rusak," katanya.

Sementara itu, satu rumah lain di sampingnya mengalami kerusakan kecil di bagian pagar rumah. Kemudian, satu rumah lainnya yang rusak berada sekitar 500 meter dari lokasi pesawat jatuh. Rumah itu rusak akibat tertimpa kursi pelontar. Tampak rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Ketiga rumah rusak itu kini dipasangi garis polisi dan dijaga aparat TNI.

Pantauan di lokasi, puluhan anggota TNI berada di sekitar lokasi kejadian di perumahan Mutiara, Jalan Sialang Indah, Desa Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau. Tim Basarnas dan anggota kepolisian juga berada di sekitar kejadian.

Aparat TNI melarang warga dan awak media untuk mengambil foto bangkai pesawat yang telah dibungkus terpal.

Editor : Maria Christina