Selain Bupati Manggarai Barat, Kejati Tetapkan 15 Tersangka Lain terkait Pengalihan Lahan 30 Ha

Yoseph Mario Antognoni · Kamis, 14 Januari 2021 - 16:07:00 WIB
Selain Bupati Manggarai Barat, Kejati Tetapkan 15 Tersangka Lain terkait Pengalihan Lahan 30 Ha
Bupati Manggarai Barat Agustinus Christoper Dula saat tiba di Kantor Kejari Manggarai Barat, NTT, Kamis (14/1/2021). (Foto: iNews/Yoseph Mario Antognoni) 

LABUAN BAJO, iNews.id - Bupati Manggarai Barat Agustinus Christoper Dula ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengalihan lahan milik Pemkab Manggarai Barat seluas 30 hektare (ha) di Keranga /Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Lahuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain Dula, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT juga menetapkan 15 tersangka lainnnya.

Asisten bidang Pidsus Kejati NTT Muhamad Ilham Samuda menyebutkan, 15 tersangka lainnya yakni, mantan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Andi Rizki Nur Cahya, pemilik hotel CF Komodo dan Cahaya Adrian Hotel, Veronika Syukur.

Kemudian, Kasipem Kabupaten Mabar Ambrosius Sukur, Kabag Kesra Kabupaten Mabar, Abdullah Nur. Selanjutnya, warga Labuan Bajo yakni Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, Theresia Koroh (notaris), dan seorang laki-laki bule asal Italia yang sudah menjadi WNI bernama Masimiliano.

"Hari ini kami menetapkan 16 orang tersangka termasuk bupati," kata Muhamad Ilham Samuda usai melakukan pemeriksaan, Kamis (14/1/2021).

Dia mengatakan, sejumlah tersangka langsung diberangkatkan ke Kupang untuk ditahan. Sementara Bupati Dula belum bisa ditahan karena harus menunggu surat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Tim penyidik langsung membawa sembilan orang tersangka ke Kupang menggunakan pesawat Wings Air. Kesembilan orang tersebut yakni, Andi Rizki Nur Cahya, Kasipem Kabupaten Mabar, Ambrosius Sukur, Kabag Kesra Kabupaten Mabar. Kemudian, Abdullah Nur, Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, Theresia Koroh, dan Masimiliano.

"Ya langsung dilakukan penahanan dan akan dibawa ke Kupang," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2