Sebarkan Video Porno di TikTok, 2 Pelajar Perempuan di Palangkaraya Diamankan Polisi

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 11:11 WIB
Sebarkan Video Porno di TikTok, 2 Pelajar Perempuan di Palangkaraya Diamankan Polisi
Ilustrasi. (Foto: Sindonews)

PALANGKARAYA, iNews.id - Dua pelajar perempuan di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diamankan polisi. Keduanya yang merupakan pelajar SMA ini ketahuan menyebarkan video porno di aplikasi TikTok dan status WhatsApp, pada Senin (16/6/2020).

“Ini jangan ditiru ya gaesss...!!! Oknum pelajar SMA di Palangkaraya menyebarkan video pornografi melalui aplikasi Tiktok dan status whatsapp miliknya,” tulis postingan akun FB @Humas Polda Kalteng pada Selasa (17/6/2020), dengan melampirkan video dua pelajar tersebut meminta maaf kepada publik.

Informasi diperoleh, penangkapan kedua pelajar perempuan itu berawal saat polisi mendapat informasi dari masyarakat ada akun TikTok dan status WhatsApp yang memposting video porno. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelajar tersebut.

Kedua pelajar perempuan yang ditangkap akhirnya menyampaikan permintaan maaf di depan publik melalui video yang direkam di Mapolda Kalteng. Keduanya juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, warga tidak boleh menyebarkan konten seperti video, foto, tulisan, stiker dan meme yang mengandung unsur pornografi di media sosial.

“Baik itu di Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, TikTok, grup WhatsApp, status WhatsApp dan lain-lain karena itu melanggar UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” ujar Hendra di Palangkaraya, Selasa (16/6/2020).

Hendra mengatakan, menyebarkan pornografi juga melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Apalagi bagi yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, seharusnya fokus untuk belajar.

"Jangan berbuat sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga karena kasihan orang tua kita. Orang tua sudah capek-capek mencari nafkah utk kita biar kita bisa makan dan sekolah. Jangan dibalas dengan perbuatan yang membuat orang tua kita malu dan menangis,” katanya.

Dia juga menegaskan kepada para pelajar untuk tidak terlibat dengan kegiatan pornografi, kenakalan remaja dan pergaulan Bebas. Para generasi muda diajak untuk belajar yang rajin untuk meraih cita-cita dan membanggakan orang tua. “Stop HPUS, hoaks, pornografi, ujaran kebencian, dan SARA," ujarnya.


Editor : Maria Christina