Poso Aman Pascapenyerangan Polisi, Personel TNI dan Polri Masih Berjaga-Jaga

Jemmy Hendrik ยท Kamis, 16 April 2020 - 15:02:00 WIB
Poso Aman Pascapenyerangan Polisi, Personel TNI dan Polri Masih Berjaga-Jaga
Petugas Polres Poso melakukan pengamanan pascapenyerangan polisi oleh dua DPO jaringan MIT di Kota Poso, Sulteng, Kamis (16/4/2020). (Foto: iNews/Jemmy Hendrik)

POSO, iNews.id – Pascapenyerangan polisi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Rabu (15/4/2020), kondisi pengamanan berangsur normal. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah daftar pencarian orang (DPO) Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Satgas Tinombala dan Polres Poso sebelumnya menembak mati dua pelaku penyerang polisi di salah satu bank di Kabupaten Poso. Setelah dilakukan identifikasi, kedua pelaku masuk dalam DPO di Poso, yakni Ali alias Darwin Gobel dan Muis Fahron alias Abdullah.

Kedua pelaku ditembak mati oleh petugas gabungan yang melakukan pengejaran. Keduanya pelaku diketahui melakukan penembakan ke personel polisi di salah satu bank di Poso, sekitar pukul 09.00 WITA. Dengan tewasnya kedua DPO Poso itu, Satgas Tinombala masih akan mengerjar 15 sisa DPO yang dipimpin Ali Kalora.

Pascainsiden itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, kondisi pengamanan Poso sudah berangsur normal. Namun, pengamanan masih tetap dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Pengamanan tetap seperti biasa, tetapi sekarang masih ada personel TNI dan Polri yang melakukan Operasi Tinombala,” kata Kombes Didik Supranoto, Kamis (16/4/2020).

Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal sebelumnya mengatakan, ada bom ditemukan di badan dua orang pelaku DPO jaringan MIT penyerang petugas polisi, yang tewas dalam kontak tembak di Kabupaten Poso, Rabu kemarin.

“Setelah melakukan aksinya kedua pelaku melarikan diri, kemudian dikejar dan dilakukan penyisiran tim kita. Didapati dua-duanya di lokasi kontak tembak dan di badannya ada bom sehingga harus dilumpuhkan,” kata Irjen Pol Syafril Nursal.

Kapolda menegaskan, tindakan tegas tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang bisa membahayakan tim aparat yang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Sebab, kedua pelaku telah menyerang polisi yang bertugas melakukan pengamanan salah satu Bank di Kota Poso. Akibat serangan itu, anggota polisi tersebut alami terluka tembak di dada sebelah kanan tembus punggung belakang.

Sementara itu, kondisi polisi korban penyerangan di Poso sudah membaik setelah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu dari RS Poso. Briptu Ilham menderita luka tembak di bagian dada karena mencoba bertahan dari penyerangan dua pelaku. Diketahui kedua pelaku melakukan penyerangan untuk merebut senjata milik korban.


Editor : Maria Christina