Penerapan PSBB Pekanbaru, 5 Pintu Masuk Dijaga Ketat Petugas selama 24 Jam

Antara ยท Kamis, 16 April 2020 - 06:50:00 WIB
Penerapan PSBB Pekanbaru, 5 Pintu Masuk Dijaga Ketat Petugas selama 24 Jam
Polisi saat mengerahkan armada untuk menyemprotkan disinfektan dalam mencegah penyebaran Covid-19. (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id - Pemeritah Kota (Pemkot) Pekanbaru segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengatasi wabah virus corona atau Covid-19. Petugas gabungan akan dikerahkan menjaga lima titik pintu masuk Kota Pekanbaru selama 24 jam saat pemberlakuan kebijakan tersebut.

"Kelima titik pintu masuk itu berlokasi di dekat SPBU Teratak Buluh, Lintas Timur dekat SPBU Kulim Atas, Rimbo Panjang, Garuda Sakti dekat Masjid Baiturrahmandan dan depan Polsek Rumbai," ujar Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Pekanbaru Khairunnas, Rabu (15/4/2020).

Menurut dia, selain menjaga lima pintu masuk, pengendara yang melintas diperbatasan akan diperiksa suhu tubuhnya. Jika ditemukan kondisi suhu tubuh tinggi, maka disarankan segera dirujuk ke rumah sakit.

Selain itu, para petugas juga senantiasa mengingatkan pengendara untuk terus memakai masker dan menerapkan aturan physical distancing dalam menggunakan alat transportasi. Seluruh tim yang bertugas akan dilengkapi peralatan cek suhu tubuh, thermogun dan sejumlah masker untuk dibagikan ke pengendara dan masyarakat.

"Kebijakan menyiagakan petugas di lima pintu masuk berdasarkan Perwako dan Permenkes sebagai upaya dalam mengantisipasi pandemi Covid-19 itu," katanya.

Sementara itu, mendekati Ramadan 2020, Gubernur Riau Syamsuar meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera membentuk Desa/Kelurahan Siaga guna mempercepat penanganan Covid-19.

"Keberadaan Desa Siaga Covid-19 akan lebih memudahkan tim gugus tugas untuk mempercepat penanganan kasus. Selain itu, seluruh aktivitas masyarakat bisa langsung dipantau RT/RW setempat," kata Syamsuar.

Menurutnya, keberadaan Desa Siaga penting karena masyarakat biasanya mengetahui langsung siapa yang baru datang atau keluar masuk dari desa tersebut. Hal ini tentunya akan mempermudah pengawasan dan pemantauan pendatang baru.

Editor : Donald Karouw