Pemkab Kobar Bangun Batu Nisan Kenang 7 Penambang Emas yang Terkubur

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Rabu, 25 November 2020 - 16:30:00 WIB
Pemkab Kobar Bangun Batu Nisan Kenang 7 Penambang Emas yang Terkubur
Petugas berupaya mengevakuasi 10 penambang emas yang tertimbun longsor di Kotawaringin Barat, Kalteng. Pemkab Kobar akan membangun batu nisan di atas lubang galian mengenang tujuh korban longsor (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah akan membangun batu nisan di atas lubang untuk mengenang tragedi terkuburnya tujuh penambang emas di Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara.

Hingga hari ketujuh operasi SAR, tujuh penambang asal Tasikmalaya, Jabar itu masih terkubur di kedalaman sekitar 65 meter. Basarnas Kalteng sudah memutuskan menutup operasi SAR pencarian ketujuh korban.

Bupati Kobar, Nurhidayah mengatakan, Pemkab Kobar dalam waktu dekat akan menutup lubang tambang tersebut dan memasang batu nisan di atasnya.

“Karena tujuh korban yang belum ditemukan beragama Islam, kita nanti akan tutup lubang tambang tersebut dan kemudian memasang batu nisan dan nantinya akan dilakukan doa bersama,” ujar Bupati Kobar, Nurhidayah, Rabu (25/11/2020).

Pemkab juga akan menutup semua bekas lubang tambang emas yang banyak tersebar di wilayah Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara. Hal ini dilakukan supaya tidak ada yang terperosok masuk ke lubang tersebut.

“Untuk bekas lobang tambang liannya nanti juga akan kami tutup supaya tidak membahayakan orang lain,” katanya.

Peristiwa lubang tambang maut ini terjadi pada Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 10.30 WIB. Sebanyak 10 penambang emas ilegal asal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat menjadi korban. Tiga korbam sudah berhasil dievakuasi pada Jumat 20 November 2020 dalam kondisi meninggal dunia. Sisanya 7 penambang tidak bisa dievakuasi.

Kepala Basarnas Palangka Raya Kalteng, Haryadi mengatakan, keputusan menutup operasi SAR dilakukan karena sudah tidak ada lagi upaya pencarian karena sulitnya akses tim SAR untuk masuk ke lubang tambang yang sudah dipenuhi lumpur dan air.

“Sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR jika dihari ke-7 tidak ada kemungkinan melakukan operasi penyelamatan korban, maka operasi bisa dihentikan,” kata Haryadi.

Berikut nama nama korban yang berhasil dievakuasi: 

1.  Yuda (24) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

2.  Rana Solihat (21) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

3.  Nurhidayat (26) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Note: Sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 20 November 2020 dan sudah dimakamkan di Pangkalan Bun

7 Penambang yang belum ditemukan: 

1.  Tatan (30) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

2.  Muharom (22) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

3.  Reza (20) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

4.  Susan  (25) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

5.  Bayu (25) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

6.  Dian (26) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

7.  Mukadir (47) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Editor : Kastolani Marzuki