7 Korban Longsor Tambang Emas di Kobar Masih Terkubur, Pencarian Akan Ditutup

Sigit Dzakwan Pamungkas · Selasa, 24 November 2020 - 16:16:00 WIB
7 Korban Longsor Tambang Emas di Kobar Masih Terkubur, Pencarian Akan Ditutup
Mulut lubang tambang emas di Sungai Seribu, Aruta, Kotawaringin Barat mengeluarkan bau busuk. Hingga kini, tujuh korban longsor tambang emas masih terkubur. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan Pamungkas)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Tujuh korban longsor tambang emas ilegal di Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, hingga hari keenam pascakejadian belum berhasil dievakuasi, Selasa (24/11/2020). Ketujuh penambang emas liar asal Tasikmalya, Jabar itu masih terkubur di kedalaman 65 meter.

Memasuki hari keenam, bau busuk terus keluar dari dalam menuju mulut lubang tambang emas berdiameter 70 cm yang sudah diberi garis polisi itu.

“Hari ini masuk hari keenam pasca 10 penambang emas ilegal terjebak di dalam lubang tambang yang sempit. Bau busuk semakin menyengat di mulut lubang tambang. Hanya 3 korban yang berhasil dievakuasi dan sudah dikuburkan di Pangkalan Bun pada Sabtu 21 November lalu,” ujar Camat Aruta Muhammad Ikhsan. 

Saat ini, lanjut Ikhsan, posko tim SAR gabungan yang semula didirikan di dekat lokasi lubang tambang tersebut telah dibongkar dan dipindah ke halaman Kantor Kecamatan Arut Utara yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi. 

“Kita pindah karena di Kantor Kecamatan fasilitas atau sarana prasarana untuk menunjang tim gabungan lebih lengkap,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2