Basarnas Kalteng Tutup Pencarian 7 Penambang Emas Ilegal di Kobar, Ini Alasannya

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Rabu, 25 November 2020 - 15:50:00 WIB
Basarnas Kalteng Tutup Pencarian 7 Penambang Emas Ilegal di Kobar, Ini Alasannya
Basarnas Kalteng menutup operasi SAR pencarian tujuh penambang emas liar di Kotawaringin Barat. (Foto: iNews/Sigit dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Basarnas Kalimantan Tengah (Kalteng) menutup operasi pencarian tujuh penambang emas di Sungai Seribu, Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (25/11/2020). Hingga hari ketujuh operasi SAR, tujuh penambang asal Tasikmalaya, Jabar itu masih terkubur di kedalaman sekitar 65 meter.

“Secara resmi di hari ke-7 operasi SAR untuk penyelamatan 7 korban penambang yang masih terjebat kami tutup,” ujar Kepala Basarnas Palangka Raya Kalteng, Haryadi di aula kantor Bupati Kobar, Rabu (25/112020).

Dia mengatakan, keputusan menutup operasi SAR dilakukan karena sudah tidak ada lagi upaya pencarian karena sulitnya akses tim SAR untuk masuk ke lubang tambang yang sudah dipenuhi lumpur dan air.

“Sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR jika dihari ke-7 tidak ada kemungkinan melakukan operasi penyelamatan korban, maka operasi bisa dihentikan,” kata Haryadi.

Dia menjelaskan, sejak hari kedua hingga keenam, yakni Jumat 20 November 2020 hingga Selasa 24 November 2020 tim SAR terus berupaya maksimal untuk menyelamatkan tujuh korban yang masih terjebak di kedalaman lobang tambang sekitar 65 meter.

“Petugas SAR di hari ketiga pencarian hanya bisa masuk lobang yang vertikal sedalam 18-20 meter saja. Sebab diameter lobang vertikal dari main hole hanya 80 cm. Tabung oksigen yang dibawa petugas membuat susah untuk masuk lebih dalam,” ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki