Kronologi 2 Kapal Ikan China Ditangkap Simpan Mayat WNI di Ruang Pendingin

Gusti Yennosa ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 23:43 WIB
Kronologi 2 Kapal Ikan China Ditangkap Simpan Mayat WNI di Ruang Pendingin
Tim gabungan mengevakuasi mayat ABK dari kapal berbendera China di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (8/7/2020). (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id – Tim gabungan Polda Kepri dan TNI dari Lantamal IV Tanjungpinang mengamankan dua kapal ikan berbendera China di perairan perbatasan Indonesia-Singapura, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (8/7/2020).

Kedua kapal yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Kapal Lu Huang Yuan Yu 117 diamankan setelah ada laporan bahwa ABK asal Indonesia tewas dianiaya di kapal ikan asing tersebut.

Korban diketahui bernama Hasan Afriadi, warga Lampung. ABK itu ditemukan di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Jasad korban masih dalam keadaan utuh menggunakan pakaian serta ditutupi selimut.

“Dua kapal ini diamankan karena satu kapal jelas tempat penganiayaan kemudian kapal lain saksi. Di sana warga negara kita yang mengatakan di kapal itu ada mayat,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, saat konferensi pers, Rabu (8/7/2020).

Kapolda mengungkapkan, korban tewas diduga dianiaya dan disiksa. Jasad korban lalu dibungkus selimut dan disimpan di cold storage atau ruang pendingin tempat penyimpanan ikan.

“Dari hasil penyidikan sementara, korban diduga tewas akibat penyiksaan dan penganiayaan karena ditemukan banyak luka lebam di tubuhnya,” katanya.

Danlantamal IV Laksamana Pertama Indarto Budiarto mengatakan, pengamanan kedua kapal China berawal dari TNI mendapat informasi dari keluarga korban yang tidak bisa menghubungi korban.

Diduga, korban tewas karena dianiaya. Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran terhadap kedua kapal ikan China tersebut. “Disinyalir terjadi penganiayaan sehingga ABK itu meninggal,” ujarnya.

Dalam pengejaran, diketahui kedua kapal melintasi Pulau Nipah. Tim gabungan kemudian melakukan penyekatan. Beruntung kedua kapal berhasil diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan jasad korban yang masih disimpan di ruangan pendingin.

“Korban kami temukan di ruang pendingin, untungnya belum dibuang sehingga barang buktinya ada. Nanti akan didalami pihak Polri. Yang jelas dua kapal ini disita untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Laksamana Pertama Indarto Budiarto.


Editor : Kastolani Marzuki