Keluarga Korban Pembunuhan Ramai-Ramai Datangi Polsek Jati Agung Lampung Selatan

Andres Afandi ยท Senin, 17 Februari 2020 - 18:10 WIB
Keluarga Korban Pembunuhan Ramai-Ramai Datangi Polsek Jati Agung Lampung Selatan
Keluarga korban mendatangi Mapolres Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, memprotes pasal penganiayaan yang dikenakan kepada tersangka pembunuhan, Senin (17/2/2020). (Foto: iNews/Andres Afandi)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Keluarga seorang korban pembunuhan ramai-ramai mendatangi Mapolsek Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin (17/2/2020). Mereka menuntut polisi menghukum tersangka seberat-beratnya serta menangkap tersangka lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan korban.

Puluhan orang ini merupakan keluarga almarhum Junaidi (42), warga Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Massa mengaku kecewa karena dari informasi yang mereka peroleh, polisi hanya mengenakan pasal penganiayaan terhadap tersangka Edi Antoni, yang sebelumnya telah menyerahkan diri ke Mapolsek Jati Agung.

Salah satu keluarga korban pembunuhan, Arasyid mengatakan, mereka tidak terima karena tersangka Edi Antoni disangkakan dengan Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Keluarga menduga kuat kematian Junaidi karena pembunuhan berencana.

Mereka meminta penyidik lebih objektif menangani kasus itu. Tersangka dianggap sudah selayaknya mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang lain.

“Menurut kami, pasal yang dikenakan tidak sesuai dengan perbuatan keji tersangka. Apakah polisi tidak melihat keluarga korban, istri dan anaknya yang masih kecil-kecil. Pembunuhan itu sudah didasari perencanan. Kami minta polisi memberikan hukuman setimpal,” katanya.

Selain itu pihak keluarga korban juga mendesak aparat kepolisian segera menangkap tersangka lain yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan korban. Keluarga menyebut pelaku lain merupakan keluarga tersangka. “Kami minta polisi menangkap tersangka lain yang masih berkeliaran,” ujar Arasyid.

Kapolsek Jati Agung Iptu Mayer Siregar menyikapi aksi keluarga korban menegaskan, polisi saat ini masih dalam proses penyidikan kasus itu. Terkait penerapan pasal yang disangkakan kepada tersangka Edi Antoni, masih pasal formula. Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi, termasuk untuk menangkap tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan korban Junaidi.

“Salah satu tersangka sudah diamankan dan sekarang sudah ditahan di Polres Lampung Selatan. Kasus ini diambil alih oleh Polres Lampung Selatan dan berkoordinasi dengan kami,” kata Iptu Mayer Siregar.

Mayer mengatakan, pihaknya juga akan mengantarkan keluarga korban untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus kematian korban. Dia meyakini jika penyidik menemukan fakta baru, maka tersangka akan dikenakan pasal baru. “Kami akan mengantarkan keluarga ke penyidik Polres Lampung Selatan,” ujarnya.

Pembunuhan ini terjadi pada Senin (11/2/2020) atau sepekan lalu. Junaidi ditusuk oleh tetangganya Edi Antoni usai menonton acara hiburan organ tunggal tak jauh dari rumahnya.

Peristiwa itu bermula saat korban melerai perselisihan antara pelaku dengan salah seorang warga saat acara hiburan organ tunggal pada Minggu malam. Pelaku yang tidak terima dengan sikap korban yang dianggap memihak saat melerai perselisihan tersebut, menghampiri korban di depan kantor balai desa pada Senin pagi.

Pelaku langsung menusuk korban dengan senjata tajam diduga jenis pisau hingga sempat terjatuh dan tak sadarkan diri. Usai menikam korban, pelaku melarikan diri dan kemudian menyerahkan diri ke Mapolsek Jati Agung Lampung Selatan.


Editor : Maria Christina