Jejak Richard Hopper, Penemu Lapangan Minyak Terbesar di Indonesia
Menghabiskan waktu berminggu-minggu setelah dicari di semua cabang Socal di seluruh dunia, pada akhirnya minyak tersebut ditemukan dan dapat diteliti di laboratorium.
Hasil laboratorium Socal menyatakan minyak Minas memiliki kadar belerang yang rendah dan bermutu tinggi. Daerah Minas pada saat itu merupakan cadangan minyak terbesar di Asia Tenggara. Di dunia perminyakan, minyak Minas itu dikenal sebagai Sumatran Light Crude.
Peresmian produksi minyak Minas dilakukan pada Minggu, 20 April 1952. Dalam reportase yang berjudul Caltex Pacific opent Sumatra dari harian Algemeen Indisch Dagblaad: de Preangerbode, edisi 23 April 1952, diwartakan bahwa acara ini dihadiri oleh Menteri Urusan Ekonomi Sumanang sebagai perwakilan pemerintah RI.
Tujuh ekor kerbau disembelih untuk acara “selametan” itu, yang secara simbolis menandai akhir dari pencarian minyak selama 28 tahun. Seusai acara makan siang, Menteri Sumanang membuka keran di stasiun pompa minyak untuk menandai beroperasinya secara resmi lapangan minyak Minas.
Berdasarkan biografi Julius Tahija yang berjudul "Melintas Cakrawala", terbitan Gramedia Pustaka Utama, 1997, ketika perekonomian Indonesia sedang kolaps pascapemberontakan PKI pada 1965, penemuan minyak di Sumatera Tengah berperan dalam menyelamatkan Indonesia.
Saat itu, tulis buku tersebut, pemerintahan Soeharto berusaha mencari pinjaman ke negara donor dari Eropa, Amerika, Jepang dan lain-lain. Jaminan utama atas pinjaman tersebut yakni hasil produksi minyak di daerah yang pernah dieksplorasi Hopper.
Saat ini Minas telah menghasilkan hampir 12 miliar barel minyak bumi. NPPM berevolusi menjadi CPPM (Caltex Pacific Petroleum Maatschapij), CPOC (Caltex Pacific Oil Company), Caltex Pacific Indonesia dan terakhir menjadi Chevron Pacific Indonesia.
Hopper sang penemu minyak Minas itu meninggalkan Indonesia pada 1954. Dia melanjutkan karirnya di dunia perminyakan Amerika. Hasratnya yang dalam mengenai minyak dan sejarah Indonesia dia goreskan dalam berbagai karya tulis antara lain The Geology of Indonesia (1949), Summarized History of Central Sumatra (1954), Petroleum in Indonesia : History, Geology and Economic Significance (1971), The Discovery of Indonesia's Minas Oilfield serta Fifty Years of Exploring for Oil in Indonesia (1974).
Ketika pensiun, digelarlah acara perpisahan di Grand Ballroom Hotel Hilton Jakarta pada Maret 1979. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka pada era tersebut, antara lain Moehammad Hatta, Moehammad Roem dan Ibnu Sutowo.
Menutup kata sambutannya di acara itu, Hopper membacakan sebuah sajak yang dia ciptakan ketika mengunjungi Minas beberapa hari sebelumnya:
"Dari riwayat hidup saya,
Peristiwa yang paling raya
Dalam empat puluh tahun dinas
Adalah penemuan minyak Minas"
Richard Hutchinson Hopper yang juga fasih berbahasa Indonesia dan Belanda itu meningga dunia pada umur 95 tahun di Cooperstown, New York pada 22 Agustus 2009. Menurut obituari yang diterbitkan Los Angeles Times edisi 26 Agustus 2009, Hopper dimakamkan bersebelahan dengan istrinya, Renee, yang telah bersama lebih dari 60 tahun.
Editor: Zen Teguh