get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Riau Meluas, 900 Hektare Lahan Terbakar

Jejak Richard Hopper, Penemu Lapangan Minyak Terbesar di Indonesia

Senin, 21 Desember 2020 - 08:08:00 WIB
Jejak Richard Hopper, Penemu Lapangan Minyak Terbesar di Indonesia
Richard Hopper (kiri) saat berburu minyak bumi di belantara rimba Sumatera tengah pada masa Hindia Belanda. (Foto: CPI).

Masa depan pengeboran tampak semakin suram. Awal 1942 semua operasi NPPM terpaksa dihentikan. Jepang pun mengambil alih pekerjaan NPPM, yang sampai saat itu sudah menghabiskan investasi sebesar 10 juta dolar AS.

Ketika Jepang menemukan peralatan pengeboran lengkap beserta kru lokal NPPM, mereka sempat tidak bisa melanjutkan eksplorasi karena ketiadaan tenaga ahli. Seorang ahli geologi muda lulusan Universitas Kyushu, Toru Oki, melanjutkan upaya Hopper mengebor Minas pada 1944. September tahun itu, upaya pengeboran yang dilakukannya berhasil menyentuh lapisan minyak bumi. Sampai saat itu, upaya pengeboran yang dilakukan Toru Oki ini merupakan usaha eksplorasi minyak satu-satunya yang dilakukan Jepang di masa Perang Dunia II.

Pada masa perang itu Hopper menjadi tentara Amerika Serikat. Dia berhasil meninggalkan Hindia Belanda menuju Australia dan menemukan jodohnya di Benua Kanguru. Seusai Perang Dunia II, Hopper bergegas menuju Jakarta dari Australia bersama seorang Belanda sesama pegawai NPPM sebelum perang, AJL Wenink. 

"Misi kami saat itu membuka kembali kantor Jakarta dan Medan, menolong pegawai NPPM dan keluarganya yang telah selamat dari perang, dan mencari informasi tentang apa yang terjadi di Jawa dan Sumatera selama masa perang" kata Hopper dalam artikel "Indonesia: 50 Years of Good Fortune", majalah Chevron World, Fall edition 1986. 

Ketika tiba di Medan, dia dikejutkan oleh berita yang disampaikan GN Laive, insinyur Belanda yang bekerja untuk NPPM. Ketika perang berlangsung, Laive menjadi tawanan perang di sebuah kamp yang tak jauh dari Pekanbaru. 

Saat perang usai, Gedok dan Saadi, dua kru lokal pengebor Minas, datang ke kamp tempat Laive ditahan. Berita yang mereka bawa:  Jepang telah berhasil mengebor minyak di Minas pada kedalaman 800 meter, sesuai dengan lokasi pengeboran yang ditentukan perusahaan sebelum perang.

Hopper yang gelisah mendengar kabar itu segera berusaha menuju Minas. Mengutip dari buku “Ribuan Tahun Sumatera Tengah” yang ditulis Hopper, terbitan Penerbit Komunitas Bambu, 2016, bermodal selembar surat jaminan khusus yang ditanda tangani Wakil Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim, Hopper berhasil mencapai Padang. 

Langkahnya terhenti di kota itu karena dilarang masuk ke Pekanbaru oleh Markas Tentara Inggris yang berkedudukan di Padang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Hopper kemudian meminta bantuan Brigadier Hutchinson (Komandan Tentara Inggris Sumatera Tengah) dan Kolonel Tsushima (liaison officer Tentara Jepang untuk Inggris). 

Hopper meminta tolong mereka untuk mengambil contoh sampel minyak mentah Minas dan laporan harian uji eksplorasinya. Toru Oki yang saat itu masih berada di Minas, memberikan dua jeriken  minyak Minas dan data yang diminta Hopper kepada Tsushima. Barang tersebut akhirnya dibawa Hopper ke Jakarta dengan menumpang pesawat milik Angkatan Udara Inggris atau Royal Air Force (RAF).  

Sampel minyak bumi Minas tersebut akhirnya dikirim ke petinggi Socal di San Francisco dengan menggunakan kapal SS Cape Constance. Mengingat karakter dari minyak Minas yang sangat pekat, penerima kiriman tersebut mengira cairan itu lilin pelumas lantai dan meletakkan barang tersebut di gudang alat kebersihan.

Editor: Zen Teguh

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut