Isu Hoaks Banjir Bandang Susulan Buat Warga Lebak Panik dan Ngungsi

Iskandar Nasution ยท Senin, 06 Januari 2020 - 22:30 WIB
Isu Hoaks Banjir Bandang Susulan Buat Warga Lebak Panik dan Ngungsi
Warga Desa Mayak, Lebak panik dan kembali mengungsi akibat diterpa isu hoaks banjir susulan, Senin (6/1/2020). (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNews.id - Isu hoaks banjir bandang susulan membuat puluhan warga Desa Mayak, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, panik dan menangis, Senin (6/1/2020). Mereka berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri sambil membawa peralatan seadanya.

Isu hoaks itu muncul di tengah hujan deras yang kembali mengguyur desa terparah dilanda banjir bandang, Rabu (1/1/2020). Saat itu, hampir 200 rumah warga rusak parah akibat diterjang banjir bandang.

Warga pun kocar kacir setelah mendengar kabar adanya banjir susulan setelah perbukitan yang berbatasan dengan Kota Bogor Barat longsor. Informasi yang belum jelas keberadaannya itu membuat puluhan warga berhamburan keluar rumah sambil membawa barang-barang berharga.

 

Meski saat itu hujan deras mengguyur desa tersebut, warga seolah tak peduli demi menyelamatkan diri. Mereka masih trauma dengan terjangan banjir bandang awal tahun 2020 lalu. Sebagian warga tampak memperhatikan kondisi Sungai Cidurian yang pada saat itu permukaan airnya meningkat. 

BACA JUGA:

Banjir Bandang-Longsor di Lebak Banten Porak-Porandakan 30 Desa, Warga Terus Dievakuasi

Banjir Bandang Lebak Banten, Korban Tewas 9 Orang, 17.200 Warga Mengungsi

“Katanya ada banjir susulan. Saya lari sambil gendong cucu pak, takut banjir bandang lagi,” kata Nuriah, sambil berteduh di rumah warga.

Ketua RT Desa Mayak, Satim mengatakan, isu banjir bandang susulan membuat warganya ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri. “Kasihan warga saya. Mereka pada ketakutan dan lari menyelamatkan diri. Katanya ada banjir bandang susulan, tapi tidak benar,” katanya.

Satim mengaku tidak tahu dari mana beredar adanya isu banjir bandang susulan itu. Namun, dia mendapat informasi bukit di Bogor Barat longsor dan membuat sungai kembali meluap. 

Warga berharap adanya sumber informasi bencana di sediakan di tiap-tiap wilayah yang terdampak bencana. Sebab, sudah dua kali ini mereka harus berlarian di tengah guyuran hujan akibat isu hoaks tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki