Banjir Bandang Lebak Banten, Korban Tewas 9 Orang, 17.200 Warga Mengungsi

Antara ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 18:00 WIB
Banjir Bandang Lebak Banten, Korban Tewas 9 Orang, 17.200 Warga Mengungsi
Evakuasi korban tewas banjir bandang di Cimarga, Lebak oleh Polres Lebak. (dok iNews.id)

LEBAK, iNews.id – Korban tewas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten bertambah menjadi 9 orang. Sebanyak 17.200 warga yang terdampak bencana telah mengungsi.

“Sebelumnya terdata delapan warga yang meninggal dunia,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, Minggu (5/1/2020).

Para korban tewas sebagian adalah warga di Kecamatan Lebak Gedong, yang lokasinya berada tepat di kaki gunung Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kesembilan warga korban meninggal dunia adalah Udin (50), Tini (40), Arsah (56), Diva (8), Encih (30), Setiana (12), Enon (4), Fahmi (3) dan Nana Suryana (40).

Kaprawi menjelaskan, sembilan korban tewas itu kebanyakan tertimbun lumpur akibat material bebatuan dan lumpur yang keluar dari lokasi tambang.

Di wilayah Kecamatan Lebak Gedong diketahui memang banyak terdapat penambang emas liar.

“Satu orang lagi belum ditemukan atas nama Rizky (8),” katanya.

Sementara untuk korban yang mengungsi, telah ditampung di delapan posko pengungsian yang telah disiapkan BPBD.

Kedelapan posko pengungsian itu, di antaranya Posko Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Nangela di Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Posko di Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Posko Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Kecamatan Curugbitung, dan Posko Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong.

Kaprawi mengatakan, para warga yang menjadi korban banjir bandang itu telah mengungsi hingga lima hari terakhir. Sebanyak 1.000 rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah.

Para korban banjir bandang itu tersebar di enam kecamatan, antara lain Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curug Bitung, Maja dan Kecamatan Cimarga.

"Kami mengutamakan penyaluran bantuan makanan dan kesehatan sebagai pelayanan dasar agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit menular," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto