Dihukum Warga Pegang Besi Panas, Keluarga Korban di Sikka Akan Lapor Polisi

Joni Nura · Rabu, 18 November 2020 - 11:54:00 WIB
Dihukum Warga Pegang Besi Panas, Keluarga Korban di Sikka Akan Lapor Polisi
Mikael Arianto (29) warga Dusun Tadat, Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) lapor polisi (Foto: iNews/Joni Nura)

SIKKA, iNews.id - Keluarga Arianto, korban yang tangannya yang ditempelkan besi panas oleh lembaga adat di Desa Baomekot akan melaporkan kasus ini ke Polres Sikka. Akibat hukuman adat itu, Arianto tidak bisa banyak beraktivitas.

Ketua lembaga adat di Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang Viktor Solot mengatakan, proses sumpah adat yang di lakukan di kantor desa tersebut tidak benar. Bahkan tidak sesuai adat yang belaku di daerah tersebut.

Maka dari itu pihak keluarga akan melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian agar proses sesuai aturan.

Kepala Desa Baomekot, Lorensius Sai saat dikonfirmasi membenarkan bahwa yang bersangkutan dihukum dengan besi panas di Kantor Desa Baomekot. Dia menjelaskan, menghukum dengan besi panas itu sudah sesuai dengan proses.

Bahkan, Arinato telah menandatangani surat pernyataan sehingga tidak masuk kategori penganiaayaan.

"Dihukum dengan besi panas itu yang bersangkutan yang mau. Dalam surat pernyataan yang bersangkutan yang menanggung resiko. Yang bersangkutan mau agar tangan di taruh besi. Jadi tidak ada unsur paksa pihak manapun," ujar Lorensius.

Editor : Nani Suherni