Demo Tolak TKA China Berlanjut, DPRD Sultra: Kalau Tak Sesuai Harus Dideportasi

Febriyono Tamenk · Rabu, 24 Juni 2020 - 15:28 WIB
Demo Tolak TKA China Berlanjut, DPRD Sultra: Kalau Tak Sesuai Harus Dideportasi
Massa penolak kedatangan TKA China kembali berunjuk rasa di Kantor Imigrasi Kendari, Rabu (24/6/2020). (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id – Aksi unjuk rasa menolak kedatangan ratusan tenaga kerja asing (TKA) China di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berlanjut. Kali ini, pengunjuk rasa yang tergaabung dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak kembali mendatangi Kantor Imigrasi Kendari, Rabu (24/6/2020).

Kedatangan mereka untuk mendesak Pemprov Sultra menolak kehadiran ratusan TKA China tersebut. Para pengunjuk rasa diterima langsung Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad.

Di hadapan massa, Hajar Aswad mengatakan, sudah memeriksa dan memastikan visa yang digunakan oleh TKA China yang tiba Selasa (23/6/2020) malam merupakan visa tenaga kerja (312).

“Mereka juga saat ini tengah menjalani karantina selama 14 hari di pabrik PT VDNI di Morosi, Konawe Utara,” katanya.

Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh mengaku belum menerima data TKA China yang dimaksud dalam tenaga kerja ahli.

“Kami (DPRD) akan memeriksa para TKA China itu di pabrik PT VDNI untuk melihat kualifikasi dan spesifikasi keahlian mereka,” ujarnya.

Menurut Saleh, DPRD juga akan memeriksa kembali dokumen ratusan TKA China itu. Jika tidak sesuai ketentuan, mereka harus segera dideportasi ke negara asal.

“Sekarang mereka masih di karantina. Kita akan tanyakan nanti keahlian mereka apa. Kalau tidak sesuai, Imigrasi harus mendeportasi,” ucapnya.

Diketahui, sebanyak 156 TKA China yang merupakan gelombang pertama tiba di Bandara Haluoleo, Konawe Selatan, Selasa (23/6/2020) malam. Kedatangan mereka mendapat penjagaan ketat petugas gabungan TNI-Polri di tengah kepungan massa yang menolak kedatangan TKA China tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki