Polisi Pukul Mundur Pengunjuk Rasa Tolak TKA China di Konawe Selatan

Febriyono Tamenk, Antara · Rabu, 24 Juni 2020 - 00:46 WIB
Polisi Pukul Mundur Pengunjuk Rasa Tolak TKA China di Konawe Selatan
Pengunjuk rasa menolak kedatangan TKA China di Konawe Selatan dipukul mundur polisi. (Foto: iNews/Febriyono tamenk)

KONAWE SELATAN, iNews.id – Polda Sultra memukul mundur ratusan pengunjuk rasa menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA China di Simpang Tiga Desa Ambaipua, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2020) WIB.

Massa yang terus memberikan perlawanan dengan melemparkan batu dan kayu ke arah petugas dipaksa mundur dengan menembakkan gas air mata dan water cannon.

Polisi sebelumnya sudah memperingatkan pengunjuk rasa agar membubarkan diri, namun imbauan tersebut tidak diindahkan dan massa berupaya melemparkan batu dan kayu ke arah polisi.

Massa yang memilih bertahan di pintu masuk Bandara Haluoleo untuk mengadang kedatangan TKA China itu sempat melakukan sweeping  setiap kendaraan, khususnya roda empat yang keluar dari bandara. Massa memeriksa setiap penumpang, apakah memuat TKA atau tidak.

Aksi unjuk rasa menolak kedatangan 500 orang tenaga kerja asing yang akan bekerja membangun smelter di PT DNI dan OSS Morosi Kabupaten Konawe dimulai sejak Selasa (23/6/2020) siang hari dan berlanjut hingga malam hari.

Kemarahan massa yang terdiri atas mahasiswa dan warga ini dipicu kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang telah membiarkan ratusan TKA China masuk ke wilayah mereka.

Massa berjanji akan kembali turun melakukan aksi unjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap 500 TKA China di tengah pandemi Covid-19.


Editor : Kastolani Marzuki