8 Pendekar PSHT Pengeroyok Pemuda Sampit Dibawa ke Sidang Adat

Antara ยท Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:45 WIB
8 Pendekar PSHT Pengeroyok Pemuda Sampit Dibawa ke Sidang Adat
Rapat FKPD Kotawaringin Timur memutuskan 8 pendekar silat PSHT akan menjalani sidang adat. (Foto: Antara)

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.id – Delapan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menjadi tersangka pengeroyokan warga Sampit yang viral di media sosial. Delapan orang itu akan menjalani sidang adat.

"Sidang adat akan dilaksanakan pada 20 Maret 2020," kata Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kotawaringin Timur, M Taufiq Mukri membacakan kesimpulan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Sampit, Jumat (28/2/2020).

Taufiq mengatakan, peristiwa pengeroyokan ini telah disepakati selain diselesaikan secara hukum positif, juga melalui mekanisme adat. Dia mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga situasi daerah agar tetap kondusif. Dia optimistis masalah itu ditangani dengan baik.

"Kapolres tetap menjalankan hukum positif sesuai aturan, dan DAD akan melaksanakan hukum adat," kata pria yang juga Wakil Bupati Kotawaringin Timur ini.

Terpisah, Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel mengatakan proses hukum terhadap delapan tersangka pengeroyokan tersebut sedang berjalan. Dia menjamin semua ditangani secara profesional dan sesuai aturan hukum.

Rommel tak mempermasalahkan rencana DAD menggelar sidang adat terhadap delapan tersangka. Namun dia mengingatkan, sidang adat tetap harus memerhatikan koridor hukum positif yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda di Sampit dikeroyok 8 pendekar dari sebuah perguruan silat yang cukup ternama di Sampit hingga babak belur dan menangis kesakitan. Salah seorang pelaku juga merekam adegan pengeroyokan tersebut hingga videonya viral di media sosial.

Dalam video viral pengeroyokan berdurasi sekitar 1 menit 20 detik tersebut, tampak 8 orang pelaku mengeroyok seorang pemuda sambil mengintimidasi dengan kata-kata.

Belakangan diketahui para pelaku adalah pendekar dari Perguruan Silat PSHT Cabang Kabupaten Kotim. Sementara korban bernama Harvansyah, warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga.


Editor : Reza Yunanto