Viral, 8 Pendekar Perguruan Silat Keroyok Pemuda di Sampit hingga Babak Belur dan Menangis

Normansyah ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 15:07 WIB
Viral, 8 Pendekar Perguruan Silat Keroyok Pemuda di Sampit hingga Babak Belur dan Menangis
Polres Kotim mengamankan delapan pelaku pengeroyokan ke Mapolres Sampit, Kabupaten Kotim, Kalteng, Rabu malam (12/2/2020). (Foto: iNews/Normansyah)

SAMPIT, iNews.id – Seorang pemuda dikeroyok delapan pendekar dari sebuah perguruan silat yang cukup ternama di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga babak belur dan menangis kesakitan. Salah seorang pelaku juga merekam adegan pengeroyokan tersebut hingga videonya viral di media sosial.

Dalam video viral pengeroyokan berdurasi sekitar 1 menit 20 detik tersebut, tampak delapan orang pelaku mengeroyok seorang pemuda sambil mengintimidasi dengan kata-kata.

Para pelaku diketahui pendekar dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Kotim. Sementara korban bernama Harvansyah, warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga.

Para pelaku tanpa belas kasihan terus menghajar korban yang sudah tidak berdaya. Mereka tidak peduli kepada korban yang kesakitan dan berusaha menghindar. Bahkan, korban menangis kesakitan hingga buang air kecil di celana. Para pelaku malah mengejek dan tetap mengeroyok korban.

Dari perbincangan antara pelaku dengan korban di dalam video tersebut, para pelaku merasa kesal kepada korban yang mengaku-ngaku sebagai anggota perguruan silat mereka. Mereka menghajar korban beramai-ramai untuk memberi pelajaran.

“Wih, kamu kencing celana toh. Untuk orang-orang yang di luar sana ya, yang mengaku-ngaku, jangan berani-berani kalian mengaku-ngaku warga PSHT. Kalian akan tahu akibatnya kalau mengaku-ngaku warga PSHT, nih contohnya, tuh,” kata salah seorang pelaku, sambil menendang kembali pelaku.

“Kamu jujur sekarang, warga atau bukan,” tanya salah satu pelaku, lalu menendang korban bersama teman-temannya.

Video kasus pengeroyokan ini kemudian viral di Sampit yang terpantau oleh aparat polres setempat. Selain itu, pihak keluarga korban juga melaporkan kejadian ini ke Polres Kotim.

Aparat kemudian langsung melakukan penyelidikan. Dalam hitungan jam, semua pelaku akhirnya berhasil diringkus di rumah mereka masing-masing pada Rabu (12/2/2020) malam.

“Kami sudah mengamankan pelaku dan melakukan pemeriksaan maraton terhadap para pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Kotawaringin Timur AKP Ahmad Budi Martono, Kamis (13/2/2020).

Budi mengatakan, sebelum aksi pengeroyokan terjadi, korban sebelumnya dijemput oleh salah seorang pelaku berinisial A. Dia dan teman-temannya kemudian membawa korban ke sebuah tempat. Di sana, mereka memukuli korban beramai-ramai.

“Korban sudah divisum dan hasilnya masih kami tunggu dari rumah sakit. Korban mengalami luka-luka memar akibat benda tumpul di wajah dan di kepala,” katanya.

Polisi masih mendalami motif pengeroyokan itu. Polisi meminta keterangan dari para pelaku dan korban. “Ini akan terus kami tindak lanjuti karena sudah terjadi tindak pidana kekerasan terhadap orang secara bersama-sama,” kata Budi Martono.

Atas kejadian tersebut, para pelaku akan dijerat menggunakan pasal 170 KUHP, yaitu tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama. Ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan atau 5,5 tahun penjara.


Editor : Maria Christina