PSHT Kotim Minta Maaf dan Pecat 8 Pendekar Silat Pengeroyok Pemuda di Sampit

Normansyah ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 13:22 WIB
PSHT Kotim Minta Maaf dan Pecat 8 Pendekar Silat Pengeroyok Pemuda di Sampit
Ketua PSHT cabang Kotim meminta maaf atas ulah 8 pendekar silat yang mengeroyok pemuda Sampit. (Foto: iNews.id/Normansyah)

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.idPerguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Kabupaten Kotawaringan Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meminta maaf atas tindakan yang dilakukan 8 pendekarnya yang mengeroyok seorang pemuda di Sampit. PSHT juga akan memecat kedelapan pendekar itu dari keanggotaan perguruan silat.

“Kami meminta maaf dan kami tidak mentolerir ini, artinya apa, kami akan mengeluarkan delapan orang ini,” kata Ketua PSHT cabang Kotim, Susanto, Jumat (14/2/2020).

Susanto menyampaikan itu dalam Rapat Dewan Adat Dayak (DAD) di Kotim. Rapat itu diadakan DAD sebagai respons cepat terkait kasus ini, agar tidak berkembang ke masalah SARA mengingat pelaku pengeroyokan berasal dari suku tertentu.

Susanto menambahkan, dirinya sebagai Ketua PSHT setempat meminta maaf, baik kepada keluarga korban maupun kepada warga di Kotim karena ulah warga PSHT yang dianggap telah membuat ketenangan warga Kotim terganggu.

“Ini jadi pembelajaran dan evaluasi PSHT ke depan,” katanya.

Terkait permintaan maaf itu, Ketua Harian DAD Kotim, Untung TR mengimbau kepada warga agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar terkait peristiwa pengeroyokan oleh 8 pendekar silat terhadap seorang pemuda Sampit ini

Untung menegaskan, kasus pengeroyokan tersebut telah diserahkan ke proses hukum. Polres Kotim telah menangkap 8 pelaku, dan terbuka kemungkinan untuk melakukan sidang adat terhadap 8 pelaku.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda di Sampit dikeroyok 8 pendekar dari sebuah perguruan silat yang cukup ternama di Sampit hingga babak belur dan menangis kesakitan. Salah seorang pelaku juga merekam adegan pengeroyokan tersebut hingga videonya viral di media sosial.

Dalam video viral pengeroyokan berdurasi sekitar 1 menit 20 detik tersebut, tampak 8 orang pelaku mengeroyok seorang pemuda sambil mengintimidasi dengan kata-kata.

Belakangan diketahui para pelaku adalah pendekar dari Perguruan Silat PSHT Cabang Kabupaten Kotim. Sementara korban bernama Harvansyah, warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga.


Editor : Reza Yunanto