6 Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya Diterjang Banjir dan Longsor

Nani Suherni ยท Rabu, 23 September 2020 - 20:14 WIB
6 Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya Diterjang Banjir dan Longsor
Belasan desa di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, direndam banjir, Rabu (23/9/2020). (Foto: iNews/BNPB)

JAKARTA, iNews.id – Enam kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, diterjang banjir dan tanah longsor, Rabu (23/9/2020) sore. Musibah ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil di wilayah ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Daya, enam kecamatan yang terdampak, yakni Blangpidie, tepatnya di Desa Mata Le dan Alu Mangota. Kemudian di Kecamatan Susoh, yang terdampak di Padang Baru dan Pulau Kayu.

Selanjutnya di Kecamatan Tangan Tangan, yang terdampak kawasan Gunung Cut, Padang Kawa dan Blang Padang. Sementara di Kecamatan Manggeng terdampak di kawasan Tokoh I dan Padang, Kecamatan Lembah Sabil (Tokoh II) dan Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot.

"Total desa yang terdampak sebanyak 11 desa pada enam kecamatan tersebut," kata Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima, Rabu malam.

Belasan desa di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, direndam banjir, Rabu (23/9/2020). (Foto: iNews/BNPB)
Belasan desa di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, direndam banjir, Rabu (23/9/2020). (Foto: iNews/BNPB)

Berdasarkan pantauan sementara, beberapa rumah warga terendam dengan ketinggian muka air 30 hingga 50 cm. Sementara material longsoran menutup akses jalan nasional di Desa Gunung Samarinda.

Raditya mengatakan, merespons musibah itu, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Aceh Barat Daya telah menuju titik-titik terdampak dan melakukan kaji cepat. Pemerintah daerah setempat juga menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor di Desa Gunung Samarinda.

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memonitor perkembangan penanganan darurat dan melakukan koordinasi dengan Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya," kata Raditya.

Aceh Barat Daya termasuk kabupaten memiliki tingkat risiko bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Di daerah ini teridentifikasi sembilan kecamatan seluas 30.980 hektare yang memiliki potensi bahaya tersebut. "Populasi terpapar dengan potensi bahaya banjir sebanyak 71.453 jiwa," katanya.

Kabupaten ini juga memiliki tingkat risiko tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi yang teridentifikasi di delapan kecamatan. Jumlah populasi terpapar potensi bahaya tanah longsor sebanyak 6.860 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca tiga hari ke depan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Aceh termasuk salah satu wilayah yang perlu diwaspadai. Hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada 23 hingga 25 September 2020.

"Masyarakat setempat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya banjir dan tanah longsor, khususnya di tengah pandemi CovidD-19. Di samping dua potensi bahaya tersebut, masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya lainnya seperti banjir bandang, gempa bumi dan tsunami," kata Raditya Jati.


Editor : Maria Christina