4 Bulan Tak Dapat Insentif, Para Relawan Medis Covid-19 di Manggarai Barat Mogok Kerja

Yoseph Mario Antognoni · Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:29:00 WIB
4 Bulan Tak Dapat Insentif, Para Relawan Medis Covid-19 di Manggarai Barat Mogok Kerja
Para sukarelawan Covid-19 memeriksa penumpang di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, belum lama ini. (Foto: iNews/Yoseph Mario Antognoni)

LABUAN BAJO, iNews.id - Para relawan tenaga medis penanganan pasien Covid-19 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mogok kerja, Sabtu (3/10/2020). Aksi tersebut dipicu kekecewaan para tenaga medis ini karena tidak menerima insentif selama empat bulan terakhir.

Para relawan sudah melakukan aksi mogok kerja sejak Jumat (2/10/2020) kemarin. Mereka menghentikan aktivitas pelayanan di berbagai titik, antara lain pelayanan medis di rumah karantina, pemeriksaan kesehatan atau menerapkan protokol Covid-19 terhadap ratusan penumpang kapal di pelabuhan, dan di bandara. Aksi mogok kerja ini dikhawatirkan bisa berdampak pada penyebaran Covid-19 yang semakin luas di Manggarai Barat.

Salah satu relawan tenaga medis yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, risiko yang mereka hadapi ketika menangani pasien Covid-19 tak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima dalam bentuk insentif. Namun, pemerintah malah belum juga membayar insentif yang sudah dijanjikan itu.

"Sejak Mei hingga September, insentif yang dijanjikan pemerintah tak kunjung cair. Kami sangat kecewa. Padahal itu hak kami, tapi kok kami ditelantarkan," kata relawan tersebut diamini rekan lainnya.

Para sukarelawan Covid-19 memeriksa penumpang di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, belum lama ini. (Foto: iNews/Yoseph Mario Antognoni)
Para sukarelawan Covid-19 memeriksa penumpang di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, belum lama ini. (Foto: iNews/Yoseph Mario Antognoni)

Dia bersama rekan lainnya mengaku, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan uang transportasi menuju lokasi tempat mereka ditugaskan, mereka terpaksa harus mengutang. Apalagi, banyak relawan yang berasal dari luar Labuan Bajo.

"Setiap bulan harus mengeluarkan biaya kos dan uang transportasi menuju lokasi tugas," ujar salah satu relawan lainnya.

Para relawan mengaku selama ini sudah berusaha mencari informasi ke dinas terkait. Namun, mereka justru mendapatkan informasi, besar dan pencairan insentif relawan akan mengikuti regulasi baru sesuai dengan Surat Keputusan (SK) perubahan bupati di masa new normal. Relawan pun kaget karena tidak mendapat informasi dan sosialisasi terkait adanya perubahan insentif dan gaji sesuai SK perubahan.

"Kami sangat kecewa karena diinformasikan jika insentif kami akan mengikuti SK baru masa new normal. Upah harian kami tidak ada, akan tetapi mengikuti upah bulanan sejajar gaji tenaga kontrak," katanya.


Editor : Maria Christina