1.118 Rumah di Kotim Direndam Banjir, Warga Diingatkan Waspadai Bencana Susulan

Kastolani ยท Rabu, 16 September 2020 - 17:33 WIB
1.118 Rumah di Kotim Direndam Banjir, Warga Diingatkan Waspadai Bencana Susulan
Ribuan rumah warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir, Rabu (16/9/2020). (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Banjir merendam sedikitnya 1.118 unit rumah di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Meski musibah yang melanda sejak Senin (7/9/2020) itu mulai surut Rabu (16/9/2020), masyarakat diminta agar tetap waspada mengantisipasi jika terjadi banjir susulan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, prediksi banjir susulan itu sesuai dengan peringatan dini dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Kalteng.

"BMKG memprediksi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, pada Kamis esok (17/2020) di wilayah Kalteng," kata Raditya Jati dalam siaran persnya, Rabu (16/9/2020).

Sementara itu, akibat banjir yang melanda sejak Senin lalu tersebut, Bupati Kotim telah menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 14–27 September 2020.

Banjir yang merendam ribuan rumah di Kotim dipicu hujan dengan intesitas tinggi dan melupnya Sungai Mentaya. Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 80-120 cm sehingga menyebabkan permukiman penduduk di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang dan empat desa di Kecamatan Mentaya terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur melaporkan banjir di Kecamatan Antang Kalang dengan ketinggian air 20 hingga 70 cm, air sudah mulai surut. Banjir mengakibatkan 245 rumah terendam dengan 247 KK terdampak.

Sementara di Kecamatan Mentaya Hulu dengan ketinggian air 0,5 hingga 1,5 meter, debit air masih bertahan. Banjir mengakibatkan 65 rumah terendam dengan 110 KK terdampak. Selain itu di Kecamatan Telaga Antang dengan ketinggian air 0,5 hingga 1,5 meter, mengakibatkan 104 rumah dengan 195 KK terdampak.

"Dilaporkan pula debit air di Kecamatan Antang Kalang mulai surut sementara di Kecamatan Telaga Antang dan Kecamatan Mentaya Hulu masih bertahan," kata Raditya.

Raditya mengatakan, hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kotim terus melakukan koordinasi dengan aparat setempat melalui camat, kapolsek dan kepala desa di wilayah terdampak guna mengimbau masyarakat agar waspada terhadap aliran listrik kabel yang terendam air. Warga juga diimbau untuk persiapan dan keamanan keluarga serta harta benda selama banjir melanda.

Raditya Jati mengatakan, bantuan berupa sembako sudah disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir. Bantuan yang diberikan dari Bank BNI senilai Rp50 juta dalam bentuk 400 paket sembako. Bantuan ini disalurkan ke tiga kecamatan terdampak. Adapun rinciannya, sebanyak 134 paket untuk Kecamatan Antang Kalang, 132 paket untuk Kecamatan Telaga Antang dan 134 paket untuk Kecamatan Mentaya Hulu.


Editor : Maria Christina