Keluarga Anak yang Dibunuh Ibu Kandung di Lebak Masih Syok, Sempat Dinyatakan Hilang

Iskandar Nasution ยท Rabu, 16 September 2020 - 15:30 WIB
Keluarga Anak yang Dibunuh Ibu Kandung di Lebak Masih Syok, Sempat Dinyatakan Hilang
Makam bocah yang dibunuh ibu kandungnya gegara belajar online di Cijaku, Lebak, Banten masih didatangi warga yang penasaran. (Foto: iNews/Iskandar nasution)

LEBAK, iNews.id – Keluarga Keysya Safiyah 98) bocah yang dibunuh ibu kandungnya sendiri, Lia Handayani (26) masih syok atas peristiwa tragis tersebut. Mereka tak menyangka dengan tindakan sadistis ibu korban.

Paman Keysya Safiyah, Julkifli mengaku masih syok dengan peristiwa yang dialami keponakannya itu. Sepekan sebelum pembunuhan terjadi, kata dia, Keysya Safiyah bersama kedua orang tuanya sempat berlibur ke rumahnya di Cijaku, Lebak, Banten.

“Ya, dia (korban) sempat main dan nginap di sini. Sekitar tanggal 20-23 Agustus,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Dia menuturkan, sebelum jasad korban ditemukan pada 13 September 2020 lalu, ibu korban sekaligus tersangka sempat mengabarkan jika keponakanya hilang.

“Waktu itu kan nggak ada kabarnya. Saya Tanya di mana Keysya, kata ibunya hilang,” ucapnya.

Julkipli pun tidak mengira jika keberadaan makam baru di TPI Cijaku yang dianggap misterius oleh warga adalah jasad keponakannya yang dikubur ibu dan ayahnya.

Julkipli bahkan sempat tak mengenali wajah keponakannya saat proses autopsi karena kondisinya sudah membusuk. “Saat dioutopsi saya sempat tidak mengenal korban,” ucapnya.  

Sementara itu, Munawaroh, pemilik cangkul untuk menguburkan jasad korban mengaku trauma karena telah memberikan cangkul kepada orang asing yang baru dikenalnya.

“Waktu itu, ada bapak-bapak pinjem cangkul. Katanya mau buat ngubur kucing yang ditabrak,” ucapnya.


Awalnya, Munawaroh tidak menduga jika kedatangan kedua tersangka meminjam cangkul untuk mengubur jasad anaknya yang tewas akibat dianiaya.

“Waktu itu sudah magrib dan saya mau nutup warung. Jadi saya kasihkan saja cangkul itu,” katanya.

Kepada Munawaroh, tersangka Lia Handayani mengaku cangkul yang dipinjam pada 26 agustus 2020 untuk mengubur bangkai kucing anggora yang tewas setelah ditabrak di jalanan.

Selama berada di makam pada pukul 18.00 WIB, kedua tersangka secara bergantian menggali tanah kemudian mengubur darah daging mereka sendiri yang tewas dibunuh di rumah kontrakan mereka di Tangerang.

Jasad korban lalu dibawa dengan sepeda motor ke kampung halaman Lia di Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

Dalam waktu 50 menit tersangka mengembalikan cangkul dan langsung pergi meninggalkan kampung halaman mereka.

Hingga kini, warga yang  masih tidak percaya dengan kejadian tersebut terus memadati lokasi makam dan tak jarang memoto segala aktivitas di area tersebut. Makam tersebut kini sudah dipasang garis polisi.


Editor : Kastolani Marzuki