Pengungkapan tambang emas ilegal dilakukan di lokasi tambang PT BTM di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan, Kaltara (Humas Polda Kaltara)
Nur Ichsan

BULUNGAN, iNews.id - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) membongkar tambang emas ilegal. Dalam kasus ini, polisi menangkap lima pelaku

Direktur Kriminal Khusus AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pengungkapan dilakukan di lokasi tambang PT BTM di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan, Sabtu (30/4/2022) sekitar pukul 16.50 WITA.

"Pengungkapan kasus tersebut bermula adanya laporan masyarakat terkait tambang ilegal yang ada di desa penduduk setempat," kata Hendy, Rabu (4/5/2022).

Hendy menambahkan, berbekal dari laporan itu, tim melakukan pengumpulan keterangan. Setelah mendapatkan informasi tambahan, tim langsung menuju lokasi tambang emas illegal di Desa Sekatak Buji.

Pengungkapan tambang emas ilegal dilakukan di lokasi tambang PT BTM di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan, Kaltara (Humas Polda Kaltara)

Sesampainya di lokasi, tim mendapatkan kegiatan pengelolaan material emas dengan cara rendaman yang dilakukan pelaku M Idrus.

"Kemudian ditanyakan legalitas dan kepemilikannya, ternyata tidak dapat menunjukkan legalitas yang diminta. Oleh sebab itu Tim membawa Idrus beserta pekerja lainnya ke Polres Bulungan untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Dari pengungkapan ini, kata Hendy, polisi mengamankan lima orang pelaku. Mereka yakni berinisia BU (36) sebagai koordinator, HA (46) sebagai Mando, M (36) sebagai jaga bak, IL (40) dan MI (40) sopir truk.

Selain menangkap pelaku, kata dia, polisi mengamankan barang bukti berupa satu kunci Excavator warna hitam, delapan karung berisi 3/4 Karung Sampling karbo, satu karung sampel tanah rendaman, satu selang, alkon, botol perak, tiga unit excavator, Dozer Merk Komatsu, alat uji kandungan emas, blower, 1/2 hydrogen peroksida (soda api), satu ini Dt Dw 8495 LK.

"Kemudian ada 4 1/2 botol air keras, dua piring untuk haluskan sempel tanah, kompol portabel, dua buah gas satu sudah terpakai, lima ponsel, dua timbangan, dua kaleng cn (dalam keadaan terpakai), satu buku catatan kegiatan pengolahan emas,"katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku diduga melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 158 jo 161 Undang Undang No. 3 / 2020. Setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT