Lebih lanjut, ketujuh tersangka tersebut masing-masing mempunyai peran. Mulai dari yang menyediakan semua akomodasi dan transportasi di Kabupaten Buol selama kegiatan, mencari peserta yang akan dibantu dalam seleksi CASN Pemkab Buol dan sebagai tim IT.
"Kepala BPKSDM perannya membantu memberikan akses masuk ke dalam ruang ujian CAT CASN 2021, agar tersangka lainnya dapat leluasa melakukan penginstalan aplikasi remote akses pada komputer," terangnya.
"Sementara LM, yang bertugas sebagai pengawas pernah menerima uang sejumlah 35 Juta rupiah," tambahnya.
Harga yang ditawarkan para tersangka, kata Didik, ke calon ASN berkisar Rp100 juta sampai dengan Rp200 juta per orang.
"Belum sempat disetorkan, kasus ini sudah terbongkar," ujarnya.
Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana ilegal akses dalam pelaksanaan ujian seleksi CASN kabupaten Buol Tahun 2021.
Editor : Febrian Putra
kabupaten buol kecurangan penerimaan asn tes asn Kapolda Sulawesi Tengah polda sulawesi tengah penerimaan asn 2021 libatkan oknum pejabat
Artikel Terkait