Sebanyak tiga WNA Timor Leste dideportasi usai memasuki Belu, NTT, secara ilegal untuk menghadiri pemakaman. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Antara

BELU, iNews.id - Kantor Imigrasi Atambua mengamankan tiga warga negara asing (WNA) asal Timor Leste yang kedapatan melintasi perbatasan Indonesia secara ilegal. Mereka mengunjungi wilayah Indonesia untuk menghadiri pemakaman di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atas temuan itu, ketiganya lantas dideportasi untuk kembali ke negaranya.

"Tiga WNA Timor Leste yang dideportasi karena melintas secara ilegal masuk wilayah Indonesia serta tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIA Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Atambua KA Halim ketika dikonfirmasi, Jumat (25/11/2022).

Dia menyebutkan, tiga WNA tersebut masing-masing dua perempuan berinisial ARC (50), dan CDS (27), serta satu laki-laki berinisial ADS (4).

Halim menjelaskan, WNA tersebut masuk secara ilegal ke Indonesia melalui wilayah Haekesak, Kabupaten Belu. Tujuannya untuk menghadiri upacara pemakaman sanak keluarga mereka di Belu.

"Mereka berencana akan berada di wilayah Indonesia selama tujuh hari karena sekaligus mengikuti acara wisuda keponakan yang berada di Kota Kupang," katanya.

Dia mengatakan, Polres Belu telah mengamankan dan memeriksa WNA tersebut. Selanjutnya diserahkan ke Kantor Imigrasi Atambua untuk diperiksa lebih lanjut.

Halim mengatakan atas pelanggaran keimigrasian ini ketiganya diberikan sanksi pencekalan selama 6 bulan.

WNA tersebut telah dideportasi pada Jumat (25/11/2022) oleh petugas Kantor Imigrasi Atambua melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota'ain dan telah diterima petugas Imigrasi Timor Leste.

Halim menambahkan, dalam proses interogasi, pihaknya mengingatkan dengan tegas agar WNA tersebut tidak lagi kembali melakukan pelanggaran yang sama karena sudah dicekal selama enam bulan.

"Jika melintasi perbatasan maka harus mengurus dokumen perjalanan secara resmi dan jika melakukan pelanggaran yang sama kembali maka akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia," katanya.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT