Kejaksaan menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana kesra Pemkab Bengkulu Selatan 2015. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Antara

BENGKULU SELATAN, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana kesejahteraan rakyat (kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan 2015. Kedua tersangka merupakan mantan pejabat Pemkab Bengkulu Selatan.

Identitas tersangka masing-masing ES, mantan kasubag Kesejahteraan Sosial Masyarakat sekaligus PPTK kegiatan; dan S, mantan kasubag Kemasyarakatan Bagian Kesra Sekretariat Daerah Bengkulu Selatan.

"Penyidik Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan resmi menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana Kesra Pemkab Bengkulu Selatan 2015," kata Kepala Kejari Bengkulu Selatan Hendri Hanafi saat di konfirmasi, Jumat (18/11/2022).

Dia mengatakan, pihaknya telah menetapkan total tiga tersangka dalam pengembangan kasus korupsi tersebut. Akan tetapi, satu tersangka lain berinisial KJ, kasubag Pendidikan Keagamaan dan Kerohanian Bagian Kesra Bengkulu Selatan, meninggal dunia.

Seiring penetapan tersangka itu, penyidik Kejari Bengkulu Selatan menahan keduanya di Rutan Manna selama 20 hari ke depan.

Dalam kasus tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun Anggaran 2015, Pengadilan Tipikor Bengkulu telah menjatuhkan hukuman kepada mantan Kabag Kesra Pemkab Bengkulu Selatan H dan Bendahara Pengeluaran NY.

Atas kasus tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp319 juta dari pagu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebesar Rp2,2 Miliar.

Kerugian negara yang ditimbulkan tersebut berasal dari beberapa kegiatan fiktif dan mark up harga. Ketiganya berperan melakukan beberapa kegiatan fiktif dengan menggunakan pertanggungjawaban fiktif, mark up harga pembelian, dan rekayasa SPPD perjalan pinas.

"Seperti harga pembelian Alquran yang di-mark up, kemudian proses SPPD perjalanan dinas misalnya tim safari Ramadan di beberapa tempat yang dicarikan untuk 10 kecamatan, tapi yang dibayarkan dan diterima nyata oleh yang bersangkutan hanya dua lokasi saja. Sisanya digunakan oleh pihak-pihak tertentu," kata Hendri.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT