Bagi warga yang terdampak hujan abu, petugas mengimbau agar selalu memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya paparan abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Kondisi di lapangan menggambarkan situasi yang masih diselimuti ketakutan. Amos, salah seorang warga yang tinggal di Desa Boru, menuturkan bahwa getaran letusan terus membayangi kehidupan mereka sehari-hari.
"Hari ini saja sudah terjadi empat kali erupsi. Jujur, kami warga di sini masih sangat trauma dan takut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini kami tetap memilih bertahan dan siaga di dalam hunian sementara yang telah dibangun oleh pemerintah pusat," ungkap Amos.
Hingga Kamis petang, masyarakat setempat terus diminta meningkatkan kewaspadaan mandiri, menjauh dari kawasan kaki gunung, serta selalu bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik susulan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait