Tim forensik mengautopsi jenazah remaja yang tewas diduga ditembak oknum polisi di Belu, Selasa (27/9/2022). (Foto: Stevanus Dile Payong)
Stevanus Dile Payong

BELU, iNews.id - Tim Dokter Forensik Polda NTT bersama Inafis Polres Belu melakukan autopsi terhadap jenazah Gerson Yaris Lau di RSUD Gabriel Manek, Atambua. Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian remaja berusia 18 tahun itu yang tewas diduga ditembak oknum polisi.

Perwakilan keluarga, Sipri Manek, autopsi penting dilakukan untuk membongkar kejanggalan kematian korban. Pihak keluarga berharap hasilnya  bisa menjadi bukti aksi dugaan penembakan yang dilakukan oknum polisi.

"Sebagai bukti hukum yang kuat kita butuh autopsi itu, maka saya mewakili keluarga kita melakukan autopsi, supaya jelas," kata Sipri Manek, Rabu (28/9/2022).

Sementara itu, Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbianto menuturkan, proses autopsi dilakukan berdasarkan kesepakatan pihak keluarga Gerson. Sehingga, penyebab kematian remaja yang disebut sebagai DPO itu bisa diketahu secara lebih jelas.

"Ini tetap kita laksanakan autopsi. Mulai dari sekarang sampai nanti selesai penguburan kita akan bertanggung jawab," kata Yosep.

Dia pun memastikan pihaknya akan memproses oknum polisi yang diduga menembak Gerson hingga tewas apabila ditemui bukti kuat berdasarkan hasil pemeriksaan internal melibatkan Divisi Propam.

"Karena ini sudah terjadi. Apapun yang terjadi, siapapun nanti yang melakukan, kalau yang bersangkutan salah tetap kita akan proses," tegas Yosep.

Setelah autopsi rampung, jenazah Gerson akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Gerson Yaris Lau, remaja 18 tahun tewas ditembak oknum polisi diduga anggota Polres Belu. Peristiwa penembakan ini terjadi salah satu rumah di Motamaro, Sukabitetek, Kecamatan Rai Manuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/9/2022) pagi.

Pantauan iNews.id di kamar jenazah RSUD Atambua, korban tertembak di punggung belakang sebelah kanan hingga tembus ke dada. 

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Lalosuk kelahiran 2004. Dia sebelumya pernah bermasalah dalam kasus perkelahian dengan sopir tangki pada 6 September lalu. Atas dasar masalah tersebut diduga polisi mengejar korban.

Kakek korban Yohanes Leki mengatakan, pagi hari saat kejadian rumahnya didatangi anggota polisi berpakaian preman. Mereka Langsung menyusup masuk dalam rumah dan menodong senjata ke korban.

"Saat itu korban langsung lari. Saat lari ini polisi menembak sebanyak 4 kali dan mengenai bagian belakang, langsung meninggal," ujar Yahanes saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (27/9/2022).


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT