Keluarga korban penembakan oknum polisi mendatangi Polres Belu, NTT menuntut keadilan, Selasa (27/9/2022). (Foto: iNews TV/Stefanus Dilepayong)
Stefanus Dile Payong, Antara

BELU, iNews.id – Kasus polisi menembak mati pemuda di Belu yang diklaim DPO pengeroyokan menuai protes warga dan keluarga korban.

Mereka menggelar aksi protes dengan mengarak jenaza pemuda asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu itu keliling kota mulai dari Kantor Polres hingga DPRD Belu.

Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto mengatakan, anggota Polres Belu menembak mati seorang pelaku pengeroyokan di daerah itu yang masuk ke dalam DPO.

“Sesuai laporan singkat dari kepala Polres, warga yang tertembak itu orang yang masuk dalam DPO perkara pengeroyokan dan tertembak saat akan dilakukan penangkapan," katanya, Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan, polisi setempat saat ini sedang mendalami informasi lengkapnya dan kronologi kasus tertembaknya pria berinisial GYL itu. 

Kapolda juga mengatakan telah memerintahkan kepala Bidang Propam Polda NTT untuk berangkat ke Kabupaten Belu mencari informasi pasti soal kasus itu.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, dalam laporan kronologi kepada wartawan membenarkan korban itu seorang yang masuk ke dalam DPO polisi.

Dia menjelaskan, sekitar pukul 08.00 WITA Selasa (27/9), Kepala Unit intelkam Polsek Raimanuk memberikan informasi terkait keberadaan GYL alias Eton yang bersembunyi di Dusun Dusun Motamaruk, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. 

“Berdasarkan informasi tersebut anggota Buser beserta anggota Sat Intelkam langsung menuju ke lokasi keberadaan dia,” ujar dia.

Pada saat polisi tiba di lokasi dan pelaku yang saat itu sedang berada di dalam rumah akan ditangkap, dia mengetahui polisi datang dan langsung melarikan diri. Polisi mengejar dia dan meletuskan tiga kali tembakan peringatan.

Namun EGL tetap melarikan diri ke arah menurun menuju lengong. Karena tembakan peringatan itu tidak diindahkan tersangka, terpaksa polisi langsung mengarahkan senjata laras pendeknya ke arah kaki agar bisa dilumpuhkan.

“Namun pada saat ditembak itu, tersangka dalam keadaan menunduk sehingga tembakan itu mengenai punggung belakang sebelah kanan orang dalam DPO itu,” ujar Budiyanto.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA TERKAIT