Petugas Pos Pengamatan Pasauran, Dika menjelaskan, delapan baterai yang hilang berfungsi menyimpan daya untuk menyalakan sensor-sensor pemantau.
Baterai tersebut padahal baru diganti pada awal Agustus. Petugas menemukan jejak baru yang mengindikasikan baterai dibawa pergi dengan cara diseret dari lokasi.
"Kami menemukan boks tempat penyimpanannya dibongkar secara paksa," ujar Dika, petugas pos pengamatan Gunung Api Anak Krakatau Pasauran.
Akibat hilangnya penyedia daya tersebut, beberapa sensor pemantau aktivitas vulkanik saat ini mati total.
Meski sebagian alat pemantau tidak berfungsi, status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap bertahan pada Level II (Waspada). Masyarakat serta nelayan diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius aman dua kilometer.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait