Delapan baterai alat pemantau Gunung Anak Krakatau dicuri hingga menyebabkan sejumlah sensor mati. (Foto: Tangkapan layar video petugas).

CILEGON, iNews.id - Delapan unit baterai di stasiun pemantauan Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, hilang dicuri. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah alat pemantau aktivitas gunung api tidak dapat berfungsi karena kehilangan sumber daya listrik.

Aksi pencurian terungkap saat petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau melakukan pemeriksaan berkala di tubuh gunung pascaerupsi. 

Dalam rekaman video amatir petugas, terlihat sejumlah perangkat pemantau rusak akibat paparan material vulkanik. Selain itu, kotak penyimpanan baterai ditemukan dalam kondisi jebol.

Petugas Pos Pengamatan Pasauran, Dika menjelaskan, delapan baterai yang hilang berfungsi menyimpan daya untuk menyalakan sensor-sensor pemantau. 

Baterai tersebut padahal baru diganti pada awal Agustus. Petugas menemukan jejak baru yang mengindikasikan baterai dibawa pergi dengan cara diseret dari lokasi.

"Kami menemukan boks tempat penyimpanannya dibongkar secara paksa," ujar Dika, petugas pos pengamatan Gunung Api Anak Krakatau Pasauran.

Akibat hilangnya penyedia daya tersebut, beberapa sensor pemantau aktivitas vulkanik saat ini mati total.

Meski sebagian alat pemantau tidak berfungsi, status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap bertahan pada Level II (Waspada). Masyarakat serta nelayan diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius aman dua kilometer.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network