Warga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 ke RSUD Mataram, Ratusan Polisi Dikerahkan

Harikasidi ยท Senin, 27 Juli 2020 - 12:39 WIB
Warga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 ke RSUD Mataram, Ratusan Polisi Dikerahkan
Ratusan personel Polresta Kota Mataram menghalangi warga yang berusaha menjemput paksa jenazah pasien Covid-19 dari RSUD Kota Mataram, NTB, Senin (27/7/2020). (Foto: iNews/Harikasidi)

MATARAM, iNews.id - Upaya penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kembali terjadi. Ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk menghalangi aksi warga Desa Telagawaru Labupati, Lombok Barat, yang datang untuk membawa jenazah pasien tersebut, Senin (27/7/2020).

Ratusan personil kepolisian dari Polresta Mataram tampak mengamankan lokasi RSUD Kota Mataram untuk mengendalikan situasi. Polisi sebelumnya telah memprediksi akan ada upaya penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19. Pasalnya, permintaan pihak keluarga untuk membawa langsung pulang jenazah ditolak rumah sakit karena pasien positif Covid-19.

Ratusan warga Desa Telagawaru sempat bersitegang dengan aparat. Mediasi berlangsung a lot. Warga ingin menjemput jenazah pasien karena tidak percaya dengan hasil tes swab RSUD Kota Mataram yang memvonis pasien terpapar Covid-19.

“Karena semua warga tahu selama ini almarhum mempunyai riwayat penyakit ginjal dan rutin kontrol ke rumah sakit. Kenapa setelah meninggal tiba-tiba disebut Covid-19. Kami khawatir ini berdampak ke warga kami nanti,” kata warga, Abdul dan Imam, Senin (27/7/2020).

Sementara Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Heditrianto membenarkan, warga berusaha menjemput paksa jenazah pasien Covid-19 karena mereka tidak percaya dengan hasil tes rumah sakit. Namun, dia membantah ada penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 asal Desa Telagawaru, Labuapi Lombok Barat.

Keluarga bersama kepala Desa Telagawaru sebelumnya telah meminta jenazah untuk diambil lebih awal untuk dimakamkan. Namun, warga belum diizinkan pihak rumah sakit Kota Mataram karena harus mengikuti SOP yang ada.

“Keluarga akhirnya diizinkan membawa jenazah pasien positif Covid-19 dengan kesepakatan bersama para pihak. Jnazah dibawa menggunakan ambulans Desa Telagawaru untuk dimakamkan pihak kelurga sesuai standar protokol Covid -19,” katanya.


Editor : Maria Christina