Jelang Pilgub Bengkulu, Elektabilitas Agusrin-Helmi Naik, Incumbent Rohidin Turun

Umaya Khusniah ยท Senin, 27 Juli 2020 - 06:55 WIB
Jelang Pilgub Bengkulu, Elektabilitas Agusrin-Helmi Naik, Incumbent Rohidin Turun
Ilustrasi pilkada serentak 2020. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Elektabilitas Agusrin M Najamuddin dan Helmi Hasan dalam pemilihan gubernur (pilgub) Bengkulu sama-sama naik signifikan pada Juli jika dibanding Maret 2020. Tren kenaikan elektabilitas Agusrin terbilang fenomenal karena berhasil mengungguli incumbent, Rohidin Mersyah serta terjadi sebelum pendaftaran dan penetapan pasangan calon.

Hal ini tercermin dari survei perilaku pemilih di Provinsi Bengkulu yang dilakukan oleh Diaspora Research Strategi pada 16-20 Juli 2020. Ada 700 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage rondom sampling), dengan margin of error kurang lebih 3,75 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang dipilih berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

"Dilihat dari segi trennya, jika dibandingkan dengan periode survei Bulan Maret 2020, elektabilitas Agusrin M Najamuddin dan Helmi Hasan sama-sama mengalami kenaikan signifikan," kata Direktur Riset Diaspora, Ahmad Aprianto, Minggu (26/7/2020).

Dari hasil survei, Agusrin M Najamuddin mendapat dukungan sebanyak 28,3 persen, Rohidin Mersyah 18,1 persen; Helmi Hasan 16,0 persen; Rosjonsyah Syahili 2,4 persen; Ahmad Hijazi 2,3 persen; Izda Putra 1,0 persen; Ferry Ramli 0,9 persen dan Imron Rosyadi 0,7 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan mencapai 30,3 persen.

Elektabilitas Agusrin naik 12,1 persen (dari 16,2 persen menjadi 28,3 persen), dan Helmi naik 8,2 persen (dari 7,8 persen menjadi 16 persen). Sedangkan elektabilitas Rohidin mengalami penurunan (terkoreksi) sebanyak 2,5 persen.

Menurut Aprianto, tren kenaikan elektabilitas Agusrin dan Helmi ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, kedunya terbilang masif melakukan sosialiasi kepada warga. Misalnya melalui alat peraga, aksi social, kebijakan, pertemuan dengan warga dan sebagainya.

Selain itu, persepsi pemilih menganggap keduanya potensial memimpin Bengkulu jika dibanding nama-nama lain. Hal ini berdasarkan rekam jejak, gaya kepemimpinan, jejak kebijakan, jejaring pendukung, dan lain-lain.

Terakhir, pada saat sama, terjadi penurunan kepuasan dan naiknya tingkat ketidakpuasan atas kinerja Rohidin sebagai incumbent.

“Penurunan elektabilitas Rohidin seiring dengan kondisi penilaian masyarakat atas kinerjanya sebagai gubernur,” katanya.

Saat ini, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja incumbent menurun dari 47,2 persen menjadi 45,8 persen dengan tingkat ketidakpuasan mencapai 36,7%. Aprianto menduga situasi krisis Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat Bengkulu menjadi salah satu penyebabnya.

“Situasi Covid-19 membuat masyarakat menaruh harapan besar terhadap gubernur saat ini. Jika respon kebijakan gubernur di luar ekspektasi, maka masyarakat cenderung tidak puas dan beralih perhatian ke kandidat lain,” katanya.

Saat ini, Agusrin unggul dibandingkan dua kandidat kuat lain (Rohidin dan Helmi) dengan gap elektabilitas sekitar 10 persen. Tren kenaikan elektabilitas Agusrin terbilang fenomenal karena berhasil mengungguli incumbent serta terjadi sebelum pendaftaran dan penetapan pasangan calon.

"Dari hasil survei ini, dapat disimpulkan telah terjadi pergeseran preferensi pemilih dalam tiga bulan terkahir yang kemudian mengubah formasi elektabilitas kandidat," kata Aprianto. 


Editor : Umaya Khusniah