Viral Dugaan Penistaan Agama di Lebak, 2 Perempuan Ditangkap Polisi
LEBAK, iNews.id - Kasus dugaan penistaan agama di Kabupaten Lebak, Banten masih terus didalami polisi. Dua perempuan berinisial Nl dan MT telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Lebak.
Penanganan kasus ini mendapat perhatian luas masyarakat setelah video kejadian viral di media sosial.
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, menyampaikan bahwa penangkapan kedua terduga pelaku tidak lepas dari peran aktif warga.
"Alhamdulillah, dua terduga pelaku berhasil diamankan berkat bantuan masyarakat serta jajaran Polsek Malingping dan Polsek Wanasalam," ujarnya dikutip dari iNews Banten, Sabtu (11/4/2026).
Peristiwa dugaan penistaan agama di Lebak Banten terjadi di Kampung Polotot Selatan, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping.
Insiden bermula saat Nl, pemilik salon, mencurigai MT mengambil barang miliknya. Namun, karena tidak mendapat pengakuan, Nl meminta MT bersumpah dengan cara menginjak kitab suci Al-Quran.
Aksi tersebut direkam dan kemudian menyebar luas di media sosial sejak Rabu (8/4/2026), memicu kemarahan publik.
Menindaklanjuti kejadian viral tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Personel dari Polsek Malingping mendatangi lokasi, mengumpulkan bahan keterangan, serta mengamankan kedua pihak untuk dibawa ke Mapolres Lebak.
Saat ini, Polda Banten juga turut menurunkan tim guna membantu proses penyelidikan dan penyidikan.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mohon masyarakat untuk sabar dan tetap menjaga kondusifitas. Percayakan proses hukum kepada pihak kepolisian," katanya.
Hingga saat ini, situasi di wilayah Malingping dan Wanasalam dilaporkan aman dan terkendali dengan pengawasan aparat.
Sementara itu, tokoh agama setempat, H Idin, mengaku terkejut mendengar kejadian tersebut.
"Saya kaget mendengarnya. Untuk awal kejadiannya saya juga belum mengetahui secara pasti, jadi saya serahkan kepada penegak hukum," ujarnya.
Dia juga mendorong peningkatan pembinaan keagamaan melalui pengajian agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harapannya tentu tetap kondusif dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” katanya.
Editor: Donald Karouw