Video Viral Dugem Massal di Gunung Rinjani, Ratusan Pendaki Ini Dikecam Netizen

Ramli Nurawang ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:00 WIB
Video Viral Dugem Massal di Gunung Rinjani, Ratusan Pendaki Ini Dikecam Netizen
Pendaki menikmati suasana pagi di kawasan lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur. (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Video ratusan pendaki menggelar pesta dugem massal di puncak Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) viral di media sosial. Aksi para pendaki itu pun menuai kecaman dari netizen.

Para pelaku wisata dan instansi terkait juga menyayangkan ulah para pendaki yang semestinya lebih menghargai alam bukan malah pesta pora. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu (1/8/2020) malam atau sehari setelah perayaan Idul Adha 1441 Hijriah.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak ratusan pendaki ini serentak menyalakan lampu senter mengarah ke atas dengan full musik seperti dugem. Suasana ini sontak membuat pendaki yang ada di dalam tenda keluar berkumpul sambil joget.

Meski kejadian ini sempat diluruskan para pelaku wisata setempat melalui media sosial, tapi aksi para pendaki ini, mendapatkan kecaman para netizen.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Mugni mengaku menyayangkan kejadian itu. Meski objek wisata ini berada di wilayah TNGR, tapi kedepan perlu ada solusi sehingga kejadian seperti ini tidak terulang.

“Saya menyesalkan atas kejadian tersebut, karena seharusnya mereka menggelar kegiatan yang positif. Apalagi kami di Lombok Timur ini ingin mengembangkan pariwisata tanpa maksiat, yang kami inginkan wisata ini mendatangkan barokah untuk kemajuan wisata di Lombok,” kata Mugni.

Mugni mengatakan, Bukit Savana berada di lereng Gunung Rinjani. Objek wisata itu menjadi incaran para pendaki untuk kamping menikmati pemandangan matahari terbit yang mulai menyinari puncak Rinjani dan perlahan turun menyinari kawasan Savana Propok. Jumlah pengunjung ke destinasi ini masih dibatasi untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara beragam kecaman yang beredar dari para netizen dicantaranya: “Melihat video joget yang viral bekangan ini saya kira kita semua tidak sepakat dan sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh sekelompok pendaki Savana. Ini jelas mencoreng nama baik para pencinta ketinggian yang sejatinya datang untuk menikmati suasana hening yang disediakan alam,” kata salah satu cuitan di sosial media.

Para netizen juga memprotes ke pengelola, bahwa kenapa tidak ada batasan pengunjung di situasi pandemi covid-19 ini. 

“Dan satu hal bung kesalahan besar yg saya lihat kemarin kenapa tidak ada batasan pengunjung yg membludak dari pihak pengelola kami sampai ngantri lama sekali, dan itu sangat berbahaya sekali karena pengantrian berada di ujung curam yg kalok tali putus bisa 10-20 orang jungkir balik, padahal di tempat tersebut Cuma 150 orang. Jangan hanya memikirkan uang bung tapi pikirkan juga nyawa orang lain,” tulis netizen.


Editor : Kastolani Marzuki